Indosat 5G Perkuat Kreativitas, UMKM, dan Wisata Digital di Manado

A–TIMES,MANADO–Manado kini tidak hanya terkoneksi, tetapi mulai terhubung dengan peluang ekonomi baru_Di sebuah kafe kecil di kawasan Megamas, seorang pelaku UMKM kini bisa melakukan live streaming jualan sambil membalas chat pelanggan dari tiga platform sekaligus. Di kampus, mahasiswa mengolah ide skripsi dengan bantuan kecerdasan artifisial (AI). Di pinggir Pantai Malalayang, kreator konten mengunggah video Bunaken dalam hitungan detik.Tiga aktivitas yang tampak sederhana itu kini menjadi potret baru Manado. Kota yang selama ini dikenal sebagai pintu gerbang Taman Nasional Bunaken itu kini mulai bergerak menjadi kota digital. Itulah konteks kehadiran Indosat 5G di Manado, yang resmi diperkenalkan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) pada 5 November 2026. Bukan sekadar peningkatan kecepatan internet, tetapi upaya membangun fondasi bagi ekonomi kreatif yang lebih produktif.Adopsi teknologi tidak terjadi di ruang hampa. Ia membutuhkan dua syarat: kesiapan infrastruktur dan kesiapan masyarakat. Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital, Kota Manado mencatat skor 48,75. Angka ini menggambarkan kapasitas digital masyarakat, mulai dari kemampuan mengakses, memanfaatkan, hingga menciptakan nilai dari teknologi. Skor ini menempatkan Manado di atas rata-rata banyak daerah di Kawasan Timur Indonesia, sekaligus menunjukkan ruang tumbuh yang masih besar untuk pemanfaatan yang lebih produktif.Dari sisi ekonomi, Manado adalah pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata Sulawesi Utara. Pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulut yang melonjak 108,47 persen pada Agustus 2026 menjadi 11.795 kunjungan, menurut BPS Sulut, juga menjadi sinyal bahwa kota ini membutuhkan konektivitas yang mampu melayani wisatawan global yang sangat bergantung pada jaringan digital.5G Sebagai Infrastruktur Ekonomi, Bukan Sekadar HiburanDalam literatur ekonomi digital, jaringan generasi kelima memiliki tiga keunggulan utama dibanding 4G: kecepatan unduh yang jauh lebih tinggi, latensi yang sangat rendah hingga 1 milidetik, dan kapasitas untuk menghubungkan lebih banyak perangkat dalam satu area.Bagi masyarakat Manado, tiga keunggulan itu diterjemahkan ke dalam tiga dampak ekonomi yang nyata:

Berita Terkait:  Kepala BPS Sulut Bersinergi dengan Pemprov dan stekholder lainnya  dorong Investasi 

1.Bagi UMKM: Dari Pasar Lokal ke Pasar DigitalPelaku usaha kuliner, fashion, dan kerajinan kini tidak lagi bergantung pada toko fisik. Dengan koneksi yang lebih lancar dan responsif, mereka bisa membuat konten produk, melakukan live commerce, dan berkomunikasi dengan pelanggan secara real-time. Jangkauan pasar pun melebar, dari Manado ke seluruh Indonesia, bahkan ke pasar wisatawan asing.

banner 728x90

2. Bagi Pariwisata: Promosi yang Lebih ImersifManado adalah gerbang menuju Bunaken, Likupang, dan Minahasa. Melalui video berkualitas tinggi, siaran langsung, hingga tur virtual, pelaku wisata dan kreator lokal dapat memperkenalkan keindahan alam Sulut secara lebih meyakinkan. Dalam ekonomi pariwisata digital, konten yang cepat dan stabil bukan lagi pelengkap, tetapi menjadi alat penjualan utama.

3.Bagi Generasi Muda: Ruang Belajar dan Berkarya.Mahasiswa dan komunitas kreatif kini dapat mengakses materi pembelajaran, berkolaborasi daring, hingga mengeksplorasi aplikasi berbasis AI untuk mengembangkan ide. 5G memungkinkan proses yang dulu membutuhkan komputer spesifikasi tinggi kini bisa dilakukan lewat perangkat mobile dengan dukungan komputasi awan. “Manado memiliki kekuatan pada kreativitas masyarakat, usaha lokal, dan potensi pariwisatanya. Kami ingin mendukung masyarakat memanfaatkan peluang tersebut melalui konektivitas yang semakin lancar dan responsif,” ujar EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Eric Wilyanto. Menurut Eric, semangat yang dibawa Indosat adalah # LebihBaikIndosat. menghadirkan teknologi yang manfaatnya semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, bukan teknologi yang terasa jauh dan elitis.Pop-Up Van: Teknologi yang Bisa Disentuh.Untuk membuat teknologi itu terasa nyata, Indosat menghadirkan Indosat Pop-Up Van Experience di Manado dalam rangka perayaan hari jadi Indosat.Ruang interaksi itu dirancang bukan sebagai pameran kaku, tetapi sebagai pengalaman. Masyarakat bisa mencoba 5G Gaming, permainan digital nostalgia, photo corner dan photobooth, hingga DJ dan karaoke. Ada pula Indosat Corner untuk mengenal produk dan layanan secara langsung. Pendekatan ini penting. Dalam adopsi teknologi, pengalaman langsung sering kali lebih efektif daripada sekadar penjelasan. Ketika masyarakat merasakan sendiri bedanya live streaming tanpa buffering atau bermain game tanpa lag, teknologi itu berubah dari sekadar jargon menjadi kebutuhan.Mau Ini Itu, Ya Indosat 5G .Melalui pesan Mau Ini Itu, Ya Indosat 5G”, Indosat ingin menegaskan bahwa 5G hadir untuk seluruh aktivitas digital, dari hiburan hingga produktivitas. Mulai dari bermain game online, menikmati streaming, mengunggah konten, hingga mengakses aplikasi berbasis AI.Bagi Manado, kehadiran 5G bukan titik akhir, tetapi titik awal. Dengan kehadiran jaringan 5G masyarakat harus lebih kreatif menaikan usaha naik kelas dan Pariwisata yang mendunia.(*)

Komentar