A–TIMES,MANADO— Empat orang komplotan penipuan daring bermodus love scamming dan investasi bodong diringkus Polda Sulawesi Utara. Para pelaku merupakan mantan pekerja jaringan scam di Poipet, Kamboja. Pengungkapan kasus tersebut dipaparkan Direskrimsus Polda Sulut Kombes Pol FX Winardi Prabowo dalam konferensi pers di Polda Sulut, Rabu (7/10/2026). Keempat tersangka yakni DW sebagai aktor utama, BS sebagai admin, MP sebagai pemeran manipulasi, serta RL yang bertugas menarik uang hasil kejahatan. “Komplotan ini beroperasi di Sulut sejak Juli 2026. Dalam tiga bulan, mereka meraup keuntungan hingga Rp1 miliar,” ujar Winardi. Salah satu korban berinisial JSZ mengalami kerugian terbesar mencapai Rp850 juta. Korban terjebak rayuan asmara palsu hingga investasi fiktif di aplikasi Melolo. Modus yang digunakan terbilang rapi. DW mendekati korban lewat akun Facebook palsu bernama Marvel Supit, membangun kedekatan asmara, bahkan melakukan video call manipulatif. Setelah korban percaya, pelaku mengarahkan untuk deposit dengan iming-iming bonus menonton drama pendek. Awalnya korban diberi keuntungan kecil, lalu dipancing untuk deposit besar hingga Rp95,7 juta. Korban kemudian dimasukkan ke grup WhatsApp berisi akun-akun fiktif yang dikendalikan BS dan MP, yang menampilkan bukti transfer palsu untuk menekan korban agar terus mengirim uang. Uang hasil penipuan dikirim melalui 15 kali transaksi ke rekening Bank Jago dan ditarik tunai di BRILink wilayah Ratatotok. Hasilnya dipakai membeli mobil, motor, hingga foya-foya. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan uang tunai Rp133,7 juta, 2 unit mobil Honda Brio, 5 unit sepeda motor, komputer, 8 handphone, iPad, dan bukti transaksi. Para tersangka dijerat Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (2) UU ITE. Polda Sulut mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak malu melapor jika menjadi korban kejahatan siber.(*)
Eks,Pekerja Scam Kamboja Ditangkap Polda Sulut, Tipu Korban Hingga Rp1 Miliar Lewat Love Scamming
































Komentar