Ekonomi Sulut Tumbuh di 5,42%,,BI Gelar Bincang Outlook Usaha Bersama Dahlan Iskan dan Ekonom BCA 

A–TIMES,MANADO—-Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Sulawesi Utara masih menunjukkan daya tahan. Itu terungkap dalam Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sulut Periode Agustus 2026 yang dirangkai dengan Temu Responden 2026 Rabu  (16/9/2026) di Manado. Kegiatan yang Prakarsai  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulut ini mengangkat tema “Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Usaha Sulawesi Utara”.  Hadir sebagai narasumber utama Menteri BUMN periode 2011-2014 Dahlan Iskan dan  Chief Economist BCA Group David Sumual . Forum juga dihadiri  Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto. Bupati Sangihe Michael Thungari, Wabup Bolsel Deddy Abdul Hamid, pimpinan Kanwil DJPb, BPS, DJP Suluttenggomalut, perbankan, OPD, hingga ratusan pelaku usaha responden BI. Dalam sambutannya,  Joko Supratikto menyebut perekonomian Sulut tetap resilien. “Ekonomi Sulut tumbuh 5,42% yoy di Triwulan II 2026. Intermediasi perbankan juga positif, kredit tumbuh 3,08% yoy dan DPK 8,08% yoy per Juli 2026, dengan kualitas kredit terjaga di NPL 2,77%,” ujar Joko.  Namun ia mengingatkan inflasi kumulatif hingga Agustus 2026 sudah di 3,68% ytd. Angka itu perlu dicermati bersama agar tetap dalam sasaran 2,5% plus minus 1%. “Perlu sinergi untuk jaga pasokan dan kelancaran distribusi. Data dari responden sangat penting sebagai dasar asesmen dan rekomendasi kebijakan yang tepat waktu dan berdampak,” katanya. Hasil survei BI menunjukkan konsumsi masyarakat Manado tetap kuat lewat Indeks Penjualan Riil. Sementara Indeks Ekspektasi Harga masih optimistis terkendali hingga akhir tahun. Dari sisi dunia usaha, Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU mencatat  Saldo Bersih Tertimbang (SBT) naik signifikan di Triwulan III 2026, sinyal ekspansi usaha. Di Sesi I, David Sumual membedah arah ekonomi global dan nasional 2026-2027. Menurutnya, global masih dibayangi geopolitik, kebijakan suku bunga, dan disrupsi teknologi termasuk AI.Tapi untuk Indonesia Timur, Sulut dinilai jadi salah satu pendorong utama. Potensi yang disorot David antara lain KEK Likupang energi baru terbarukan PLTP Lahendong, hingga Kawasan Industri Mongondow. Ditambah pariwisata yang terdongkrak penerbangan langsung dari Asia Timur serta perluasan kerja sama internasional.  “Ini membuka peluang investasi di manufaktur, pengolahan komoditas, dan infrastruktur,” jelas David.  Sesi II jadi sesi paling ditunggu. Dahlan Iskan berbagi pengalaman praktis sebagai pebisnis.Ia menekankan pengusaha harus fokus, punya integritas, disiplin keuangan, dan mindset mandiri tidak bergantung pada pihak lain. Untuk Sulut, Dahlan melihat peluang ekspor olahan sangat besar: minyak kelapa, ikan, pala, cengkeh. Ia bahkan menyebut permintaan kelapa dari Tiongkok sangat tinggi.  Ia juga mendorong pengembangan direct call dari Pelabuhan Bitung sebagai hub strategis kawasan timur.  “Pengusaha Sulut harus berani inovasi, tambah kapasitas produksi, dan tangkap peluang baru di sektor pendidikan dan kesehatan di tengah perubahan bisnis yang cepat,” pesan Dahlan. Melalui forum ini, BI berharap kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan makin kuat untuk mendorong ekonomi Sulut yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.(*)

Berita Terkait:  Mau buka Rekening' Ayo ke BCA Syariah

Komentar