Dari Kakenturan ke  Nairobi, Refenya Betah, Anak Bitung Bicara Untuk Indonesia 

A–TIMES,BITUNG–Namanya Refaya Fresy Cinta Betah. Anak Kelurahan Kakenturan, Kecamatan Maesa kota Bitung.  Mahasiswa President University Jakarta.  Dan pada 22 Mei 2026 lalu, nama itu terbang jauh. Betah duduk sebagai pembicara dalam  Dialog Kepemimpinan Pemuda Indonesia – Kenya  bertema  “Bridging Indonesia and Kenya Through Youth Leadership for Global Impact” yang digelar di Kantor KBRI Nairobi, Kenya. Secara daring, suaranya didengar anak-anak muda dari dua negara. Siang tadi, giliran Bitung yang mendengar ceritanya. Betah menyempatkan diri bertamu ke ruang kerja  Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E. didampingi Kadiskominfo Kota Bitung Altin B. Tumengkol, S.IP., M.Si.  Pertemuan itu hangat. Lebih seperti obrolan orang tua dengan anaknya.“Pemerintah sangat berharap, setelah selesai studi nanti kamu kembali ke Bitung. Berkarya di sini. Latih adik-adikmu orang Bitung,” pesan Wali Kota Hengky dengan nada menasihati alumnus SMA Negeri 1 Bitung ini. Wali Kota juga mengapresiasi perjuangan Betah. Dari bangku SMA di Bitung, kuliah di President University, lalu terpilih mewakili Indonesia di forum internasional. Bukan hal mudah. “Ini bukti anak Bitung bisa bicara di level global. Kami bangga,” lanjut Hengky.  Cerita dari President University sampai NairobiDi hadapan Wali Kota, Betah bercerita tentang pengalamannya kuliah di President University. Tentang bagaimana ia belajar, berorganisasi, hingga akhirnya dipercaya jadi pembicara di dialog internasional bersama pemuda Kenya.Menjembatani Indonesia dan Kenya Melalui Kepemimpinan Pemuda untuk Dampak Global_. Di sana Betah bicara soal peran anak muda dalam membangun kolaborasi lintas negara. Dari ruang kelas di Cikarang, ke layar pertemuan dengan Nairobi. Dari Kakenturan, ke panggung diplomasi pemuda. Pulang Bawa Semangat untuk Bitung .Bagi Betah, pertemuan dengan Wali Kota bukan sekadar laporan. Ini pulang membawa semangat. “Semoga ilmu dan pengalaman yang saya dapat bisa saya bagikan nanti untuk teman-teman di Bitung,” ucapnya. Wali Kota mengangguk. Harapannya satu: anak-anak hebat Bitung jangan berhenti di Bitung. Tapi jangan lupa pulang. Karena dari langkah kecil seorang anak Kakenturan, Bitung hari ini punya alasan untuk bangga. Dan punya harapan besar untuk esok .(lily).

Berita Terkait:  Rafika Papente: Perketat Pengawasan Anak Sekolah
Berita Terkait:  KPU Gelar Coffee Morning bersama media dan Parpol

 

Komentar