MANADO,A-Times– Kinerja Panitia Seleksi (Pansel) bakal calon (balon) Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW-KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut) memantik polemik.
Terjadi protes salah satu balon yang tereliminasi di tahapan pansel. Sejumlah alumni HMI turut nimbrung. Mendukung rasa kurang puas balon bernama DP.
”Pansel tidak punya hak menganulir calon. Biar forum muswil Kahmi yang menentukan,”tandas salah satu pimpinan MD Kahmi.
Di lain pihak kinerja pansel menuai pujian.
Sebanyak 15 kandidat dinyatakan lolos setelah melewati tahapan seleksi administrasi dan wawancara.
Proses seleksi kali ini dinilai lebih ketat dibandingkan pemilihan sebelumnya. Tidak sekadar memeriksa kelengkapan administrasi, Pansel juga menguji secara mendalam kredibilitas, integritas, serta kapasitas masing-masing kandidat melalui sesi wawancara.
Bahkan, berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah kandidat harus mengubur ambisinya untuk melaju ke tahapan berikutnya. Salah satunya disebut-sebut merupakan ketua salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) pemuda di Sulut.
“Memang ada yang tidak lolos karena berhalangan hadir saat sesi wawancara. Namun, ada juga kandidat yang tidak lolos berdasarkan sejumlah pertimbangan panitia seleksi,” ungkap sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Ketatnya proses penjaringan tersebut dinilai menjadi langkah positif untuk menjaga marwah organisasi. Sebagai organisasi besar, KAHMI diharapkan tetap menjunjung tinggi independensi, integritas, serta tujuan luhur pembentukannya.
“Karena itu, kami berharap Muswil KAHMI Sulut berlangsung dengan zero tolerance terhadap praktik politik uang atau money politics,” tegas salah satu pentolan HMI Manado kepada wartawan.
Apresiasi terhadap kinerja Pansel juga tidak lepas dari komposisi tim seleksi yang dinilai memiliki rekam jejak, integritas, kredibilitas, dan kapasitas mumpuni.
Mereka terdiri dari Anwar Sandiah, mantan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah periode 2000–2005; Hamzah Latief, mantan Wakil Ketua MUI Sulut; Drs. Suhendro Boroma, Direktur Utama Jawa Pos Jaringan Media Nusantara; Suardi Hamzah, mantan Komisioner KPU Manado; Dr. Abdurrahman Konoras, S.H., M.H., Doktor Hukum Unsrat; serta Arrijani, Guru Besar Fakultas MIPA Unsrat.
Adapun 15 kandidat MW KAHMI Sulut periode 2026–2031 yang telah dinyatakan lolos seleksi adalah:
1. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si.
2. Madzhabullah Ali, S.H.
3. Mohamad Fikry Darise, S.H., M.Kn.
4. Jifly Z. Adam, S.H., M.H.
5. Drs. Hairil Paputungan.
6. Prof. Dr. Suprijatin Sarib, M.Si.
7. Dr. Drs. Hi. Kalo Tahirun, M.H.
8. Dr. Hj. Nur Fitry Latief, S.E., MSA., Ak., CA., CGRM., QPIA., SAS.
9. Dr. Feiby Ismail, S.Pd.I., M.Pd.
10. Haryanto.
11. Rahmat Adam, S.H., M.H.
12. Syarif Darea.
13. M. Firman Mustika, S.H., M.H.
14. Drs. Hi. Kasim Mololonto, S.H.
15. Mursidin Mokobombang, S.Pd., M.Pd.
Sesuai jadwal, pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) MW KAHMI Sulut akan digelar Jumat (30/10/2026) malam. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jalan 17 Agustus, Manado.
Mereka yang sudah dinyatakan lolos selanjutnya akan mengikuti tahapan pemilihan (31/10/2026) yang akan dilaksanakan di salah satu hotel di Manado untuk mengisi tujuh kursi Presidium MW KAHMI Sulut periode 2026–2031. (arz/*)
































Komentar