Cetak Generasi Muda Petani Kakao Bolmomg JRBM Hattrick Reward ESDM

A-Times,Jakarta –   Raksasa tambang emas nasional J Resources pantas bangga, punya anak grup. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM).

Pemilik izin konsensi pertambangan di Bolmong (Bakan) dan Bolmong Selatan ini menoreh penghargaan di Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) 2026.

banner 728x90

Tahun 2026 merupakan reward ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir yang diraih JRBM pada Bidang Tingkat Pendapatan Riil atau Pekerjaan, Kategori Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui Regenerasi Petani Kakao.

Apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini diberikan setelah melalui proses penilaian terhadap kinerja JRBM dalam memberikan pelatihan budidaya kakao kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, pada periode 2024–2025.

Ketekunan para siswa dalam menerima dan menerapkan ilmu budidaya kakao mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah.

Berita Terkait:  Disdikbud Kota Manado Ucapkan Selamat Mengikuti MPLS Kepada Seluruh Peserta Didik Baru

“Pelatihan pembibitan kakao di sekolah merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, yaitu pembentukan kelompok dan pembuatan pupuk organik sebagai bagian dari penerapan pertanian berkelanjutan,” ujar Riska Ariyanti, Superintendent CSR JRBM, yang telah mendampingi masyarakat selama hampir tiga tahun terakhir.

Kepala SMKN 1 Lolayan, Abdul Rifai Manggo, menyampaikan apresiasinya kepada JRBM atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk memperoleh keterampilan di bidang budidaya kakao.

“Kami berterima kasih kepada JRBM yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anak-anak kami.

Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh tidak hanya bermanfaat selama berada di sekolah, tetapi juga menjadi bekal setelah lulus, baik untuk mengembangkan usaha sendiri maupun membantu usaha pertanian keluarga,” ujar Abdul Rifai.

Menurut Andreas Saragih, General Manager External Relations and Security JRBM, program regenerasi petani kakao ini dikembangkan setelah melihat masih rendahnya persentase generasi muda yang tertarik menekuni pertanian kakao.

Berita Terkait:  Ketua DPRD Manado Pimpin Rapat Banmus

“Namun, setelah program ini diperkenalkan, para alumni sudah mampu melakukan pembibitan dan memperoleh pendapatan dari keterampilan tersebut, selain tentunya membantu orang tua mereka yang juga berprofesi sebagai petani,” lanjut Andreas.

Program pengembangan pertanian kakao JRBM yang telah dilaksanakan sejak 2019 hingga kini telah membina 290 petani dengan total luas lahan pertanian sekitar 100 hektare milik petani sendiri.

“Tahapan penting selanjutnya dari program ini adalah memastikan kemandirian petani binaan agar usaha pertanian kakao mereka dapat terus berkembang,” ujar Presiden Direktur JRBM, Anang Rizkani Noor.(lip)

Komentar