Manado,A-Times- Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Sulut mulai bergerak.
Sebagai induk olahraga domino yang diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat, Pengprov ORADO Sulut mendekati para tokoh penggerak olahraga domino di Manado.
Gayung bersambut. Rencana turun ke publik dari Plt Ketua Pengprov ORADO Sulut Hi Salahuddin Ganggong Wakil Sekretaris Rahmat Pakaya dan Ketua Pengcab ORADO Manado Edward T,dapat dukungan para atlet olah raga domino di Manado.
Pengprov dan Pengcab diberi kesempatan menyosialisasi tentang kehadiran ORADO di Kedai Bang Ron di Kelurahan Karangria, Tuminting, Jumat (06/11/2026) sore.
”
Kami atas nama pecinta dan hobi olah raga domono mengucapkan apresiasi yang luar biasa kepada para pengurus Orado Sulut dan Manado. Kami siap bersama sama Orado sebagai induk olahraga yang jelas jalur prestasi sampai tingkat internasional. Kami juga ucapkan terima kasih kepada para sponsor acara. Para donatur simpatisan ini bukan atlet Domino tapi mereka yang bantu acara ini,”tutur Ketua Tim Kerja Supriadi Baderan alias Tun Kampis.
Edward dan Rahmat memaparkan awal sejarah ORADO. Kata Rahmat, hanya ORADO wadah resmi cabor domino di Indonesia. Wadah lain cabor domino akan jadi mitra ORADO untuk memajukan prestasi olah raga domono di Sulut.
”Syukur kepada Allah atas respon para pecinta dan atlet domino. Sejak diputuskan Koni Pusat maka Orado menjadi wadah resmi untuk jalur dan jenjang prestasi tingkat lokal nasional dan dunia,”tutur Rahmat.
Acara sosialisasi dan simulasi dihadiri Wakil Ketua IONI Manado Abid Takalamingan SSos MH. Ketua Pengprov Orado Sulut Hi Salahudin Ganggong. Para tokoh penggerak di antaranya Abdullah Alhabsy alias Aba Udung. Supriadi Badeean. Fahmi Adam, Taufik Adam dan 50 an peserta.
Abid Takalamingan mewakili Ketua KONI Manado mensuport kehadiran wadah ORADO. Dia optimis Orado akan lahirkan para atlet domino.
Karena Orado menjanjikan masa depan para atlet cabor domino.
“Kami mendukung Orado untuk mendorong olahraga domino. Diawali dengan pembenahan internal sekaligus buat Iven Iven kecil. Juga para atlet harus merubah mental bertanding. Patuh dan disiplin dengan aturan pertandingan,”ujar Abid.
Kemudian acara sosialisasi disampaikan Edward. Panjang lebar diuraikan. Mulai dari landasan hukum Orado. Bentuk permainan. Segala aturan pertandingan, sanksi dan poin serta perangkat pertandingan.
Sosialisasi dilanjutkan simulasi dan pertandingan mini. Ada 20 pasang ikut bertanding. Para atlet harus main The Best Three Game. Atlet yang meraih minimal 101 point maka dia pemenang game.
Sampai babak final dua pasangan atlet yang langganan juara. Pasangan Supriadi (Tun) – Sinyo (Inyo) lawan Arief Syawie dan Fikri Adam alias Kiki. (ham)





























Komentar