Page 2 - Edisi Senin, 20 Juni 2022 | A-TIMES.ID
P. 2
BERITA UTAMA A TIMES
11
12
1
10
2
3
9
8
4
Senin, 20 Juni 2022 7 6 5 HADIR UNTUK PERUBAHAN
GERINDRA-PKB
Bikin Koalisi Baru
A-TIMES,JAKARTA - Pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Muhaimin Iskan-
dar atau akrab disapa Cak Imin di kediaman Pribadi Prabowo pada Sabtu 18 Juni 2022,
malam membuahkan kesepakatan politik antara Gerindra dan PKB untuk bersama
menghadapi Pilpres, Pileg, dan Pilkada 2024.
Namun, Apakah keduanya sepakat untuk berpasangan baik nya, maka poros Gerindra-PKB bisa menjadi koalisi yang ber-
sebagai capres-cawapres, tampaknya masih akan terus menja- potensi memenangkan pilpres saat PDIP, KIB, dan partai-partai
di misteri karena dinamika koalisi secara eksternal masih be- lain (Nasdem, Demokrat, dan PKS), masih menggodok nama
rubah namun, tak bisa dimungkiri semakin mengerucut ke be- capres-cawapres atau menjajaki mitra koalisi,” ucapnya.
berapa poros. Koalisi Gerindra-PKB di tahap ini memberi dampak bagi
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS) Agung kontelasi dinamika koalisi maupun latar kompetisi yang akan
Baskoro mengatakan, poros pertama yang sudah eksis digalang berlangsung pada Pemilu 2024 nanti.
oleh PDIP, karena raihan kursi partai berlambang banteng ini Pertama, Poros Gerindra-PKB membuktikan bahwa dalam
sudah melewati ambang batas Pilpres (presidential thresh- pertarungan 2024 ini capres-cawapres yang berasal dari jalur
old), sehingga secara mandiri bisa mengajukan pasangan ca- ketua umum masih relevan karena mereka memiliki hak pre-
pres-cawapres tanpa mitra koalisi. rogatif untuk maju di luar nama-nama mentereng capres-cawa-
Artinya wajar bila PDIP terlihat tenang saat partai-partai pres versi elektabilitas lembaga survei kredibel.
lain bermanuver mendekati partai-partai lainnya untuk bersa- Sekaligus mengonf rmasi episentrum kekuasaan jelang pil-
ma. pres bertransformasi dari domain Istana ke ketua-ketua umum
”Sementara, poros kedua berhasil mendudukkan para ket- partai.
ua umum Golkar, PAN, dan PPP untuk sepakat dalam wadah Kedua, pertarungan saling berhadap-hadapan (head to
Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) demi memastikan ketiganya head) yang selama ini terjadi dalam 2 periode pemilu sebelum-
dapat menghasilkan 1 tiket bagi Capres-Cawapres yang dipi- nya, dapat dihindari.
lih,” katanya, Minggu (19/6). Sehingga, konsekuensi pembelahan sosial di masyarakat se-
Dalam konteks inilah komunikasi dan manuver politik jaja- cara mendalam sirna, karena Poros Gerindra-PKB ini menjadi
ran pengurus PKB menjadi relevan. Setelah membuka prospek poros baru pasca KIB dan berpotensi menghadirkan poros lain-
kerja sama dengan PKS, berikutnya melibatkan Demokrat, dan nya jika Nasdem, Demokrat, dan PKS sepakat untuk bersama.
terakhir dengan Gerindra. Ketiga, dengan semakin banyaknya poros maupun paket
Harus diakui jika PKB berkoalisi dengan dua partai yak- capres-cawapres, maka diharapkan pertandingan elektoral
ni Demokrat dan PKS, maka koalisi menjadi kurang ramping semakin substantif karena uji visi-misi, rekam-jejak, dan pro-
karena bila bersama hanya kepada salah satunya yakni PKS gram mendapat tempat yang penting di tengah situasi pandemi
atau Demokrat, masih belum dapat memenuhi presidential serta resesi yang masih membelenggu bangsa ini.
threshold. Drama utak-atik koalisi ini akan terus berlanjut menim-
Akhirnya momentum PKB bersama Gerindra menjadi lebih bang PDIP masih mencermati situasi, kemudian KIB semakin
rasional, selain ramping secara institusional, juga secara per- solid sebagai koalisi politik pertama jelang pilpres, berikutnya
sonal mampu memenuhi kebutuhan ketua umum masing-mas- Nasdem yang telah menghasilkan 3 nama rekomendasi sebagai
ing yang ingin maju dalam Pilpres 2024. capresnya, dan terakhir di pihak oposisi, Demokrat-PKS masih
”Hal lain lebih disebabkan faktor ideologis yang saling me- terus menjalin komunikasi setelah PKB bersama Gerindra.
lengkapi antara Gerindra yang merepresentasikan partai nasi- ”Dalam kontes elektoral yang ketat dan tarikan politik yang
onalis dengan PKB yang dikenal sebagai partainya santri. kuat baik secara eksternal maupun internal semua hal masih
Jika basis massa kedua partai ini berpasangan ditambah bisa terjadi, termasuk muncul tsunami politik atau keadan luar
kekuatan f gur yang dimiliki oleh Prabowo sebagai Ketua biasa yang mengubah konstelasi baik di partai maupun kepada
Umum Gerindra yang juga capres sementara Cak Imin wapres- capres-capresnya,” katanya. (rin/*)
Editor : Redaksi Layout : Syamsudin Hasan Sumber : sindonews.com Foto : istimewa
redaksi a-times.id Gratis Berlangganan E-Koran

