Upacara HUT ke 81 RI, Ketua BPH UMMA Gugah Mindset Mahasiswa

Usai Upacara Digelar Aneka Lomba

A-Times,Manado- Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Manado (UM Manado) turut semarakkan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke 81, 17 Agustus 2026 dengan beragam lomba ketangkasan. Ada lomba

Acara yang digelar di halaman kampus UMMA tidak kalah heboh. Sangat semarak. Mulai lomba estafet  sarung. Balap karung, estafet tepung, lomba berjalan tali kaki disilangkan  sampai Lomba estafet kelereng.

banner 728x90

Sebeiumnya di pagi hari Civitas akademika UMMA menggelar upacara peringatan detik detik Proklamasi 17 Agustus 1945.

Inspektur upacara diserahkan Ketua BPH UMMA Drs Ramly Makatungkang  MHI
Prosesi upacara pengibaran bendera merah putih sampai selesai berjalan lancar.

“Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan kesempatan yang diberikan kepada kita. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama dalam membangun peradaban yang berlandaskan iman, ilmu, akhlak, dan kemanusiaan,”ucap Ramly di awal sambutan.

Upacara dihadiri tiga wakil rektor, para dekan para kabiro, para kabag, 11 pimpinan prodi, para dosen, staf dan perwakilan mahasiswa dari total 1500 an mahasiswa.

Ramly mengajak semua merenungkan makna menjadi bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah di tengah realitas masyarakat Sulawesi Utara dan tantangan zaman.

“Jawabannya tidak cukup dengan mengatakan bahwa kita adalah bagian dari institusi pendidikan Muhammadiyah,”katanya.

Gerakan Muhammadiyah sebuah gerakan dakwah dan tajdid.

Yang menghadirkan Islam sebagai kekuatan yang mencerdaskan, membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan.

Karena itu, kampus Muhammadiyah tidak hanya menghasilkan ijazah. Kampus harus menghasilkan manusia yang berilmu, berintegritas, berkemajuan, dan memiliki kepedulian sosial. Inilah salah satu makna penting Islam Berkemajuan.

Berita Terkait:  Puncak Dies Natalis ke-65, Rektor UNSRAT Sebut Kontribusi Nyata FEB Untuk Daerah

“Islam Berkemajuan bukan sekadar slogan. Ia harus menjadi cara berpikir dan cara bertindak.
Kesalehan harus berjalan bersama profesiona. Dan kecerdasan intelektual harus berjalan bersama tanggung jawab kemanusiaan,i”ucapnya.

Kita hidup dalam konteks Sulawesi Utara yang sangat khas.
Daerah ini memiliki masyarakat yang plural dari sisi agama, etnis, budaya, dan tradisi. Di tengah realitas seperti ini, dakwah Muhammadiyah menghadapi tantangan berat .

Dakwah tidak hanya di mimbar.
Dakwah harus hadir dalam ilmu pengetahuan, dan keteladanan kehidupan sehari hari

Di tengah masyarakat yang majemuk, dakwah Muhammadiyah harus mampu menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat, kemajuan, keadaban, dan kemanfaatan.

“Apa yang ingin kita sampaikan?”, tetapi juga bertanya, “Apa persoalan masyarakat yang harus kita jawab?”

Kalian adalah bagian dari generasi yang akan menentukan wajah Muhammadiyah dan wajah masyarakat di masa depan.

Karena itu, jangan menjadi mahasiswa yang hanya mengejar nilai. Latih kemampuan berpikir kritis. Perbanyak membaca. Jangan takut berbeda pendapat dalam ruang akademik.

Perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memiliki tanggung jawab besar melalui Catur Dharma Perguruan Tinggi,

Muhammadiyah adalah gerakan yang memiliki sejarah panjang. Tetapi organisasi yang memiliki sejarah panjang tidak boleh hidup hanya dengan membanggakan masa lalu.

Hari ini kita menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat, kecerdasan buatan, krisis lingkungan, perubahan dunia kerja, kesenjangan ekonomi, persoalan kesehatan mental, politik identitas, disinformasi, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Berita Terkait:  Harumkan Nama Sekolah, 44 Siswa Berprestasi MIN 1 Manado Diberi PIN Penghargaan

Kita membutuhkan profesional yang memiliki integritas. Kita membutuhkan pemimpin yang memiliki ilmu sekaligus keberpihakan kepada masyarakat.

Mulailah dari kampus ini. Kalau kita ingin Muhammadiyah maju, bangun budaya akademik yang maju. Kalau kita ingin dakwah Muhammadiyah diterima masyarakat, tunjukkan akhlak yang baik.
Kalau kita ingin masyarakat percaya kepada Muhammadiyah, hadirkan karya yang nyata.
Kalau kita ingin Sulawesi Utara semakin maju, jadilah bagian dari solusi bagi daerah

Ada satu prinsip yang penting kita pegang: “Hidupilah Muhammadiyah, jangan hanya hidup dari Muhammadiyah.” Artinya, jangan menjadikan Muhammadiyah sekadar identitas administratif Jadikan Muhammadiyah sebagai nilai yang hidup dalam diri kita: ikhlas dalam bekerja.

Semoga dari kampus ini lahir generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual, dewasa dalam kehidupan sosial, kuat menghadapi perubahan zaman, dan siap mengabdikan ilmunya untuk kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Mari kita buktikan bahwa Muhammadiyah Berkemajuan bukan sekadar gagasan yang kita ucapkan, tetapi gerakan yang kita hidupkan. Dari kampus, kita membangun ilmu, melahirkan karya serta menghadirkan kemanfaatan. Dan dari kemanfaatan itulah dakwah Islam yang mencerahkan benar-benar dirasakan masyrakat.(sal)

Komentar

Rekomendasi Berita