A-Time.id,Amurang- Untuk pertama dalam sejarah Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menggelar acara halal bi halal khusus ASN di lingkup Pemkab Minsel.
Tradisi saling silaturahmi usai Idul Fitri 1447 H pertama kali digelar Bupati Minsel Frangky Wongkar SH dan ASN muslim yang tersebar di SKPD di Pemkab Minsel.
Bupati dua periode ini menambahkan halal bi halal (HBH) menjadi sarana penyatu dan pemersatu ASN.
“HBH menjadi spirit menjaga keharmonisan untuk bangun daerah Minsel,”
Saya yakin umat Kristen sangat menerima umat Islam di Minsel,”ujar Bupati yang dikenal aktivis LBH Manado tahun 1990 an.
“Saya meminta para ASN harus melayani wargq seperti sebagai orang tua sendiri, saudara supaya perlakukan dengan baik,”pesannya.
Acara bertema HbH 1447 H Pererat Silaturahmi dan Persaudaraan Melalui Momentum Halal bi Halal ASN Pemkab MINSEL dihadiri Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Hi Abid Takalamingan, Sekda Minsel Glady Kawatu pimpinan Forkompinda Minsel, pimpinan MUI Kab Minsel Syarifudin S, Ketua DMI Minsel Hi Ismail Muddin, Ketua PHBI Minsel Iskandar Eky para kepala dinas, guru dan siswa madrasah serta ASN muslim dan non muslim.
Abid memulai ceramah dengan mengenalkan hubungan dekat dengan bupati Frangky yang sama sama anggota DPRD Sulut periode 2004-2009.
Abid mengapresiasi tingginya harmoni dan toleransi antara ASN Minsel. Karena baru pertama dalam sejarah pemerintah Minsel di era bupati Frangky digelar halal bi halal.
”Salut kepada pak bupati Minsel, karena kalau sebelumnya jumlah ASN Minsel bisa dihitung dengan jari,”katanya.
Mantan ketua Baznas Sulut melanjutkan inti halal bi halal adalah saling memaafkan kepada sesama manusia.
hubungan makin akrah dan kokoh kembali untuk mendorong pembangunan Minsel lebih maju.
“Sejarah Halal Hi halal budaya silaturahmi usai Idul fitri di Indonesia. Tidak ada di negara lain. Istilah ini juga tidak tertulis di Al Quran dan hadits,”ujarnya.
HbH juga acara ucapan terima kasih kepada kerabat maupun teman dengan menyajikan makanan.
Tradisi makan dan silaturahmi juga dilakukan sebagian besar kaum Kristen bernama pengucapan
Dan ini menjadi pondasi.”tuturnya.
Abid sentil ayat suci Quran bahwa kalau sekira penduduk beriman dan amal saleh maka Allah datangkan rezeki
Sentil ibadah Ramadhan adalah pemberian Allah. Sehingga berpuasa harus karena iman. Makna iman sesuatu yang diyakini.
“Makanya jangan pusing iman orang lain. Maasing-masing yakini saja agama dan Tuhan yang diimani,”tandasnya.
Abid mengingatkan momen HbH tujuannya untuk saling memaafkan sesama manusia. Kesalahan kita kepada Tuhan Allah, dengan puasa bisa Allah ampuni.
Tapi kalau kesalahan kepada manusia tidak dimaafkan, maka amal pahala kita tidak akan bisa diterima Allah.
“Tidak Akan masuk surga jika menyakiti tetangga kata Rasulullah. Olehnya pesan saya ASN muslim Kristiani, Buddha, Hindu dan Konghu Chu harus perkuat ikatan silaturahmi untuk mendukung pembangunan di Minsel,”katanya.
Acara ikut diramaikan seni tari khas Islam yang disembahkan para siswa madrasah di Minsel.
Sebelum ditutup dengan doa oleh ketua MUI Minsel, bupati didampingi Hi Abid dan Forkompinda Minsel serahkan bantuan untuk perwakilan ormas.(ham)
