NTP Sulut Turun 2,14 persen dipicu Harga  Tomat dan Bawang Merah  Terjun Bebas 

A–TIMES,MANADO—Nilai Tukar Petani Sulawesi Utara pada Agustus 2026 tercatat 126,79. Angka ini turun 2,14% dibanding Juli 2026 yang berada di 129,56.  Turunnya NTP menunjukkan daya beli petani terhadap barang dan jasa melemah bulan lalu.  KepalanBPS Sulut Wantekhi  lewat releasenya Selasa(1/9/2026)  mengungkapkan Penyebab utama penurunan datang dari subsektor hortikultura  yang anjlok 17,47%.  BPS Sulut mencatat komoditas tomat dan bawang merah harganya merosot tajam di tingkat petani. Padahal dua komoditas ini cukup dominan di pasar Sulut. Saat harga jual turun, pendapatan petani hortikultura otomatis ikut tertekan. Meski begitu, tidak semua sektor pertanian mengalami pelemahan. Empat subsektor justru masih mencatatkan kenaikan, yaitu: Perikanan,perkebunan rakyat dan peternakan  serta tanaman pangan  Kenaikan ini sedikit menahan laju penurunan NTP secara keseluruhan. Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Sulut juga turun 3,09% menjadi 131,34.  NTUP menggambarkan kemampuan usaha tani untuk menutupi biaya produksi. Dengan NTUP yang melemah, artinya beban biaya pupuk, bibit, hingga tenaga kerja terasa lebih berat dibanding hasil yang diterima petani.  BPS menyebut kondisi ini perlu diwaspadai agar tidak berlanjut. Pemerintah daerah dan dinas terkait diharapkan bisa membantu menstabilkan harga komoditas hortikultura, sekaligus menjaga biaya produksi agar tidak terus naik. Dengan begitu, kesejahteraan petani di Sulut tetap bisa terjaga meski di tengah fluktuasi harga pasar.(*)

Berita Terkait:  Pertumbuhan Bisnis  Bank Niaga Menunjukan Trend Positif, Total DPK Rp260,6 Triliun
Berita Terkait:  Grand Whitz Megamas Manado Tawariannapakrt Ulang Tahun dan Private Wedding

 

Komentar