Hadiri APEKSI, Wali Kota Tegaskan Bitung Harus Jadi Bagian Kota yang Memimpin Transformasi 

A—TIMES, MEDAN– Persaingan antar kota makin ketat. Isu fiskal menipis, digitalisasi yang harus cepat, iklim yang berubah, sampai rebutan investasi. Di tengah itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menegaskan Bitung harus jadi kota yang memimpin transformasi.“Kami tidak sekadar mengikuti perubahan. Bitung harus jadi bagian kota yang memimpin transformasi,” kata Hengky saat hadir di Mayor’s Talk APEKSI 2026, Rabu (1/7/2026)  Enam persoalan besar dibahas satu meja*  Forum Mayor’s Talk mempertemukan para wali kota se-Indonesia. Ada enam isu utama yang jadi sorotan diantaranya  Dana program nasional yang harus dikuatkan Ruang fiskal daerah yang makin sempit pasca-HKPD ,Kota harus tahan terhadap perubahan iklim ,Pemerintahan yang terintegrasi secara digital ,Pembangunan berbasis kawasan dan kerja sama antardaerah dan Percepatan pembangunan Indonesia Timur. Hasil diskusi ini akan dibawa ke pemerintah pusat. Isinya soal penguatan fiskal daerah, reformasi birokrasi, dorong investasi, kota berkelanjutan, ekonomi lokal, sampai layanan publik berbasis digital. Bagi Pemkot Bitung, forum ini bukan sekadar hadir. Hasilnya dipakai untuk menyusun kebijakan yang lebih adaptif. APEKSI itu ruang tukar pengalaman. Dari situ kita rumuskan solusi bareng dan perkuat sinergi dengan pusat,” ujar Hengky. Ia menyebut empat hal yang jadi fokus Bitung ke depan: transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi daerah, dan pelayanan publik yang lebih baik. Tujuannya satu: Bitung maju, harmonis, dan punya daya saing. Keikutsertaan Bitung di forum ini, kata Hengky, menegaskan arah. Pemkot ingin bergerak cepat, perkuat kolaborasi, dan naikkan daya saing.“Dengan begitu, Bitung siap ambil peran strategis dalam pembangunan Indonesia ke depan,” tutuonya.(*)

Berita Terkait:  Bela Pancasila Mantiri Minta Bantuan BPIP
Berita Terkait:  Hadir Tasyakuran,Ellen Sondakh Apresiasi Anak anak RA Alkhairat Girian 

 

 

Komentar