A—TIMES,MANADO-+Ekonomi Sulawesi Utara masih tubuh positif di tengah dinamika nasional. BPS Sulut mencatat, pada Triwulan II-2026* pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai 5,42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu atau _year-on-year_. Hal ini dipaparkan kepala BPS Sulut Dr Watekhi Rabu (5/8/2026) lalu. Berdasarkan data BPS, besaran Produk Domestik Regional Bruto Sulut atas dasar harga berlaku di triwulan II-2026 mencapai Rp55,20 triliun.Sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp29,60 triliun. “Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Sulut berjalan cukup baik,” ujar Kepala BPS Sulut. Dari sisi produksi, lapangan usaha yang paling kencang tumbuh adalah Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial dengan pertumbuhan 15,47 persen y-on-y. Kenaikan ini didorong meningkatnya layanan kesehatan, program pemerintah, dan kesadaran masyarakat pasca pandemi. Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Pemerintah jadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, naik 14,70 persen.Belanja untuk layanan publik, infrastruktur, dan program sosial jadi faktor utamanya. Jika dibandingkan triwulan sebelumnya, ekonomi Sulut tumbuh m5,53 persen q-to-q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial memimpin dengan pertumbuhan 22,54 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Impor Luar Negeri melonjak 45,24 persen, mengindikasikan kebutuhan barang modal dan bahan baku makin tinggi untuk menopang kegiatan usaha. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sulut semester I-2026 dibanding semester I-2025 tercatat 5,48 persen c-to-c. BPS menilai pertumbuhan ini cukup seimbang. Sektor jasa masih dominan, konsumsi rumah tangga terjaga, dan belanja pemerintah ikut menopang. Dengan tren ini, Sulut diharapkan bisa mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026, terutama lewat penguatan sektor kesehatan, pariwisata, dan UMKM yang mulai pulih. (*)
Ekonomi Sulut Triwulan II -2026 Tumbuh 5,42 Persen, Jasa Kesehatan Jadi Penggerak Utama
