September 2026, Sulut Inflasi 3,53 Persen, didominasi Naiknya Harga Pangan
A–TIMES,MANADO–Sulawesi Utara mengalami inflasi sebesar 3,53 persen (mtm) pada September 2026. Inflasi tahun kalender Januari-September 2026 tercatat 7,35 persen, sementara inflasi tahunan (yoy) mencapai 7,59 persen. Kepala BPS Sulut Wantekhi menyampaikan hal itu dalam rilis resmi, Rabu, 1 Oktober 2026. “Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan September,” ujar Wantekhi.Inflasi terutama dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan segar. Lima komoditas dengan andil terbesar yakni cabai rawit, tomat, cabai merah, ikan selar/ikan tude, dan kangkung.Kenaikan harga pangan ini sejalan dengan pola musim dan pasokan yang terbatas di beberapa sentra produksi. Di sisi lain, laju inflasi tertahan oleh penurunan harga pada beberapa komoditas dan jasa. Penurunan terdalam terjadi pada angkutan udara, bawang putih, minyak goreng, sabun detergen bubuk, dan emas perhiasan.BPS Sulut mencatat meski inflasi bulanan relatif tinggi, tekanan dari kelompok transportasi dan perawatan pribadi justru memberikan efek penahan sehingga inflasi tidak lebih tinggi. Ke depan, BPS mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas pasokan pangan segar di Sulut, terutama cabai dan hortikultura, untuk mengendalikan inflasi di triwulan IV.(*)
