Dies Natalis ke-62 FT UNSRAT, Dorong Rekayasa Teknik Ramah Manusia

A-Times,,MANADO – Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) memasuki usia ke-62. Momentum tersebut tak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang untuk melihat kembali perjalanan sekaligus menatap tantangan ke depan.

Plt. Rektor UNSRAT yang diwakili Warek Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Prof. Ir. Steenie E. Wallah, M.Sc., Ph.D mengubgkapkan, Dies Natalis adalah momentun mengevaluasi capaian yang telah diraih sekaligus menentukan arah pengembangan Fakultas Teknik ke depan.

banner 728x90

Dia berharap Fakultas Teknik semakin mengambil peran dalam menjawab kebutuhan pembangunan, khususnya di daerah kepulauan. Salah satunya melalui pengembangan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.

Berita Terkait:  Prof Sompie Harumkan Unsrat di Kancah Nasional dan Internasional

Tak hanya itu. Fakultas Teknik juga didorong melahirkan inovasi terkait bangunan dan kawasan ramah lingkungan, sistem transportasi yang efisien, teknologi energi berkelanjutan, transformasi digital, hingga pengelolaan sumber daya air dan lingkungan.

“Berbagai inovasi teknologi harus sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah kepulauan,” demikian pesan Rektor, Kamis (27/08/2026).

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNSRAT Prof. Dr. Eng. Ir. Liany A. Hendratta, M.Si menegaskan pentingnya menempatkan manusia dan lingkungan sebagai bagian utama dalam perkembangan ilmu teknik.

Mengusung tema “Sustainable and Human-Centered Engineering for Livable, Transformation, and Ecologically Resilient Environments”, Dies Natalis ke-62 menjadi penegasan komitmen Fakultas Teknik terhadap rekayasa yang berkelanjutan.

Berita Terkait:  UNSRAT Jamin Tidak Ada Tekanan terhadap Mahasiswa Baru

Menurut Liany, ilmu teknik tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik maupun kemajuan industri. Rekayasa modern harus mampu menjawab kebutuhan manusia sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Lanjut dia, Fakultas Teknik ke depan harus menjadi pelopor inovasi yang tidak berhenti di ruang akademik. Inovasi tersebut harus memberi dampak nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan di Indonesia.(*/arz)

Komentar