Dari Pemburu Jaringan Fredy Budiman Hingga Peraih Pin Emas Kapolri, Ini Sosok Kepala BNN Bitung

Kepala BNN kota Bitung Kompol Widarsono SH MH(*)

A–TIMES,BITUNG–Jika bicara soal pemberantasan narkoba, nama Kompol Widarsono, SH, MH, patut diapresiasi dan jadi motivasi bagi yang lain.  Kepala BNN Kota Bitung ini adalah sosok pemburu jaringan narkoba kelas kakap. Rekam jejaknya di BNN RI begitu panjang. Salah satu pengungkapan terbesarnya adalah terbongkarnya jaringan gembong narkoba Fredy Budiman, kasus yang kala itu menyita perhatian nasional. Tidak hanya itu, puluhan jaringan narkoba internasional dan nasional lainnya berhasil ia ungkap selama berdinas di pusat. Dedikasi dan keberaniannya itu mengantarkannya meraih penghargaan tertinggi institusi, Pin Emas Kapolri pada tahun 2017 atas pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional.  Komitmennya yang konsisten bahkan mendapat apresiasi internasional. Sebuah majalah di Asia memberikan penghargaan khusus kepadanya atas komitmen dan integritasnya dalam perang melawan narkoba. Namun, ketika dipercaya memimpin BNN Kota Bitung, Widarsono tidak hanya mengedepankan pendekatan keras. Ia justru memilih jalan yang lebih humanis dan menyentuh akar persoalan. Baginya, memberantas narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap bandar, tapi harus membangun benteng akhlak. Dari pemikiran itulah lahir sejumlah inovasi yang kini menjadi napas baru BNN Bitung.

banner 728x90

1.Sinabung Akhlak

Berita Terkait:  Rio Tantang GM Bitung Muda Manfaatkan Teknologi

Sinergi Membangun Akhlak. Program ini menjadi ruh dari semua gerakan. Narkoba dianggap sebagai krisis akhlak, sehingga pencegahannya harus dimulai dari penguatan iman, karakter dan moral.

2. Cafe Link.

Cafe Edukasi Keliling. BNN tidak lagi kaku di balik meja kantor. Lewat cafe link, edukasi bahaya narkoba dibawa ke tempat nongkrong anak muda, ke warkop dan cafe. Suasananya cair, ngobrol santai, tapi pesannya dalam.

3. Sambang

Datang langsung ke kelurahan. Tim BNN Bitung turun ke bawah untuk tiga misi sekaligus: sosialisasi bahaya narkoba, membuka layanan SKHPN atau Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika, serta melakukan pemetaan wilayah rawan peredaran.

Berita Terkait:  Lindungi HAKI Produk Bitung, Walikota - Kanwil KUMHAM Teken MoU

4.Patroli Bersinar

Patroli Bersih Narkoba bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sinergi tiga pilar ini membuat pengawasan narkoba menjangkau hingga ke lorong-lorong lingkungan.

5. IPS

Intra dan Interpersonal Skill. Program pembinaan internal untuk pegawai, agar memiliki ketahanan diri, empati, dan kemampuan mengelola emosi, sehingga tidak mudah terjerumus dan mampu menjadi teladan. Dengan latar belakang  Penegakan hukum yang keras  dan pendekatan humanis yang lembut Widarsono  memadukan dua sisi: Ilmiah dan akhlak .

Dengan kombinasi prestasi lapangan yang mentereng dan inovasi pencegahan yang lembut, Kompol Widarsono menunjukkan bahwa perang melawan narkoba di Bitung tidak hanya soal hukum, tapi soal menjaga masa depan generasi..(*/Lily)

Komentar