Dari Bau Busuk jadi Berkah, Ketua PKK Ellen Sondakh Terus Bergerak olah Sampah Jadi kompos 

A—TIMES,BITUNG–Terik Matahari yang begitu panas tak meluluhkan semangat TP PKK kota Bitung dibawah pimpinan Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E mereka terus bergerak memberi penyuluhan  terkait pengolahan sampah jadi kompos.. Bunda PAUD ini memilih jongkok, memperagakan langsung cara menabur kompos ke polybag berisi bibit cabai.  “Bukan sekadar seremoni. Kalau saya tidak kasih contoh, siapa yang mau mulai?” ujarnya sambil tersenyum, Senin (15/6/2026) di Kelurahan Wangurer Utara. Di Bitung, sampah sedang naik kelas. Sisa nasi basi, kulit pisang, sampai tulang ikan yang dulu berakhir di tempat sampah, kini diracik warga Wangurer jadi “emas hitam” bernama kompos.  Hasilnya? “Cabai sama tomat di belakang rumah saya sekarang lebih subur. Daunnya hijau, buahnya lebat,” cerita seorang warga Wangurer Barat yang sudah 2 minggu praktik. Ia tak mau disebut namanya, tapi buktinya nyata: pekarangannya yang dulu gersang kini rimbun sayuran. Hebatnya lagi, kompos ini tidak berhenti di dapur sendiri. Lewat Bank Sampah, pupuk olahan warga dijual. Sampah yang dulunya bau, sekarang bisa jadi tambahan uang belanja.Bagi isteri tercinyabWali kota Bitung Hengky Honandar ini gerakan ini punya nyawa yang lebih besar dari sekadar bersih-bersih kota. “Ini soal ketahanan pangan keluarga,” tegasnya. Karena itu, tak cukup dengan kompos. Di sela pelatihan, ia juga membagikan bibit cabai secara simbolis ke seluruh TP PKK kelurahan se-Madidir. Harapannya sederhana: satu polybag di satu rumah, bisa mengurangi belanja dapur. “Bayangkan kalau 1.000 rumah di Bitung tanam cabai sendiri. Kita tidak perlu panik lagi kalau harga cabai naik, seperti saat ini” kata Ellen, disambut tepuk tangan. Biar makin semangat, Ellen sudah menyiapkan “panggung”. Dalam waktu dekat, akan ada lomba antar-kelurahan se-Kota Bitung. Kelurahan yang paling berhasil mengelola sampah dan paling produktif pekarangannya, dialah juaranya. “Kami ingin setiap kelurahan bisa berdiri di kaki sendiri. Mandiri, produktif, dan bisa dibanggakan,” ujarnya.Pelatihan ini sendiri kolaborasi apik antara TP PKK Kota Bitung, Dinas Lingkungan Hidup, TP PKK Wangurer Utara & Wangurer Barat, serta warga. Hadir memberi materi langsung Kepala DLH Merianty Dumbela, didampingi jajaran Pokja III PKK, Camat Madidir Heiymans Kansil, dan para lurah. Di tangan ibu-ibu, sampah memang bukan akhir. Ia baru permulaan. Dari bau menjadi berkah. Dari beban menjadi pendapatan. (ly)