A-TIMES,MANADO- Puluhan anak yatim dan piatu duduk manis menunggu waktu buka puasa bersama di Hotel Aston Manado,akhir pekan lalu (7/4).
Mereka ditemani kerabat masing masing, diundang Forum Muslim Media Manado (ForuM3), untuk silaturahmi dan buka puasa bersama puluhan tokoh muslim.
Selain para tokoh muslim, buka puasa bersama dihadiri Kadis Kominfo Erwin Kontu mewakili Wali Kota Manado dan Wawali Manado. Ada juga Ketua FKDM Manado Edwin Moniaga MH.
Silaturahmi dengan tema Ukhuwah Insania, Merawat Manado Kota Toleran juga bertujuan membahagiakan anak yatim piatu. Forum3 mengundang sekira 30 anak yatim piatu dari beberapa kelurahan di Manado. Alasan mereka yang diundang lantaran jarang tersentuh di momen Ramadhan.
Pembawa tausyah KH Yasser bin Bachmid menyentil toleransi di Manado yang sudah berjalan. Namun kata Yasser, toleransi tidak sebatas kata kata pemanis. Semua tokoh umat beragama harus lebih aktif di kampung kampung.
“Makna toleransi adalah menghargai adanya perbedaan. Karena berbeda itu sudah sunnatullah. Toleransi juga jangan hanya lips service. Hanya manis di kata kata. Saya sering diskusi dengan Panglima LMI dan para tokoh muslim. Semua hal akan teratasi kalau merawat silaturahmi,”ujar ustadz yang lanjut dengan baca doa buka puasa.
Kadis Kominfo Erwin Kontu atas nama wali kota dan wakil wali kota Andrei Angouw dan Richard Sualang mengapresiasi acara yang digagas Forum Muslim Media Manado. Ini sesuatu kegiatan yang turut serta membantu pemerintah. Karena menghadirkan anak yatim piatu.
“Kami apresiasi acara yang digagas Forum Muslim Media Manado, undang anak yatim piatu. Boleh jadi ada di antara mereka baru kali ini rasakan makan di hotel berbintang,”katanya.
Usai buka puasa dan sholat Magrib, para anak yatim yang datang sejak sore hari didampingi keluarga dekat masing masing, menerima sedekah uang tunai masing masing Rp100.000 per anak.
Bingkisan berupah uang tunai, berasal dari sumbangan Baznas Kota Manado dan patungan para dermawan pimpinan organisasi Islam, wartawan dan para stafsus.
“Kegiatan ini bisa terlaksana karena patungan para tokoh muslim dan wartawan,”ujar Sakti Kader dan Wahyudin Basdap.(sal)
