A-Times.id,MANADO- Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut masa hikmad 2025-2030 telah sah usai dikukuhkan Wasekjen DP MUI Ha Safira Machrusah.
Sebanyak 121 pengurus dan anggota komisi beserta 30 an dewan pertimbangan dan pengurus harian dikukuhkan di ballroom Hotel Peninsula, Sabtu (14/02/2026).
Sesuai SK DP MUI pusat ketua dewan pertimbangan KH Abdul Wahab Abd Gafur, empat wakil ketua dan 11 anggota.
Selanjutnya ketua DP MUI Sulut KH Prof Dr Nasaruddin Yusuf, sekum Dr Taher Tanggung, Bendum Hi Machmud Turuis ME, wakil ketua 1 Hi Abid Takalamingan dan Wakil Ketua 2 KH Syaban Mauludin. Sembilan ketua, lima sekretaris dan dua waiol bendahara,
Pelantikan dihadiri kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulut Hi Syamsudin Pulu dan pimpinan ormas Islam se Sulut.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus tidak hadir. Tidak ada informasi pejabat Perwakilan Pemprov Sulut.
Menurut panitia pelaksana undangan panitia sudah diantar ke Pemprov Sulut. Kata panitia pejabat Pemprov Sulut terkesan tidak menggubris acara MUI Sulut.
“ Acara kami tunda 1 jam karena menunggu kehadiran gubernur Sulut atau yang mewakili. Tapi sampai acara pengukuhan tidak ada kabar,”ucap ketua panitia KH Muyassir Arief MPd.
Warek Dua UMMA ini mengungkapkan dua kali acara MUI Sulut tidak ada bantuan Pemprov Sulut.
“Terima kasih kami atas nama panitia mengucapkan kepada semua pihak yang mendukung acara ini, lebih khusus pak Bendahara Umum yang membantu kegiatan ini. Panitia minta maaf atas kekurangan ini,”tutur Muyaasir.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur Lc menyayangkan kepedulian Gubernur Sulut dan aparatnya terhadap acara pelantikan MUI Sulut maupun ormas keagamaan Islam Sulut.
“Gubernur sekarang berbeda dengan gubernur Sulut sebelumnya yang perhatian dengan acara ormas Islam. Tapi jika acara olah raga selalu dia hadir,”sindirnya.
Ketua MUI Sulut KH Prof Dr Nasaruddi Yusuf MAg mengajak semua pengurus menjalankan misi keumatan demi kepentingan bangsa dan agama.
Ketidakhadiran pejabat Pemprov Sulut dijelaskan Stafsus gubernur Sulut dan salah satu kadis.
“Pak gubernur dan pejabat ada acara upacara hari merah putih,”jelasnya.
Kadis Perkebunan Sulut Darwin Muchsin mengaku gubernur Sulut telah menugaskan salah satu pejabat di pelantikan pengurus MUI Sulut.
“ Pak gubernur pasti menugaskan pejabat,”
ujarnya.
Sikap gubernur dan pejabat yang tidak menggubris kegiatan sepenting MUI Sulut
mengecewakan perwakilan ormas Islam yang hadir.(sal)
