BI Sulut Pacu Kualitas Proyek Investasi,Realisasi Triwulan 1 2026 Baru  Sentuh 18 Persen 

A–TIMES,MINUT– Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara mendorong percepatan penyiapan proyek investasi yang matang dan siap tawar untuk mengejar target investasi 2026.  Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto mengungkapkan, hingga triwulan I 2026 realisasi investasi di Sulut baru terealisasi sekitar 18% dari target Rp12,13 triliun setahun. Hal itu ia sampaikan pada _Capacity Building Penyiapan Teknis dan Substantif Proyek Investasi_ dalam rangkaian North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) 2026 di Sentra Hotel Minut, Rabu (17/6/2026. Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Sulut pada triwulan I 2026 tumbuh 5,54% (yoy). Capaian itu berada tipis di bawah laju pertumbuhan nasional sebesar 5,6 persen.

“Selisih angka ini menjadi catatan bersama agar daerah lebih proaktif menciptakan ekosistem investasi yang kompetitif,” ujar Joko. Ia menekankan pentingnya penguatan kualitas proyek dan daya tarik daerah sebagai jawaban atas capaian 18% tersebut. Melalui Regional Investor Relations Unit (RIRU), BI Sulut bersama pemerintah daerah mengkurasi proyek agar berstatus _ready to offer_ dan _clean and clear_. Artinya, proyek sudah lolos aspek hukum, perizinan, lahan, dan kajian kelayakan sebelum ditawarkan ke investor. Beberapa proyek hasil NSIC 2025 kini dalam tahap pendampingan lanjutan. Di sektor kelautan ada Kawasan Industri Perikanan Sangihe dan Pelabuhan Perikanan Talaud. Di sektor jasa kesehatan terdapat pengembangan layanan hemodialisa. Sementara di sektor transportasi, program Buy The Service (BTS) Manado dinilai paling progresif dalam kesiapan implementasi. Seluruh proyek tersebut telah difasilitasi studi banding, asistensi teknis, hingga komunikasi awal pembiayaan dengan kementerian, lembaga keuangan, dan mitra strategis nasional. Langkah ini untuk memastikan proyek tidak berhenti di tahap promosi, tetapi benar-benar bankable. Joko menambahkan, NSIC 2026 diharapkan melahirkan lebih banyak proyek terkurasi yang sesuai minat pasar. Dengan begitu, akselerasi investasi dapat membantu Sulut mengejar ketertinggalan sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di atas 5 persen.(*)