Asap Karhutla Pekat di Bitung, Srikandi dan ABPEDNAS Pilih Turun ke Jalan Bagi Masker

 

PEDULI: Ketua DPC ABPEDNAS Kota Bitung, Ronald Gunawan Kansil, SH, (RGK)  dan lainnya saat berbagi masker(*)

banner 728x90

A–TIMES,BITUNG— Langit Bitung tidak biru. Kabut tipis keabuan menggantung, sisa dari Karhutla yang melanda sejumlah kawasan di Sulawesi Utara. Di tengah udara yang tidak lagi ramah itulah, sekelompok perempuan dan pemuda dari empat organisasi memilih turun ke jalan. Mereka adalah DPC ABPEDNAS, DPC Serikandi Jaga Desa, LPMK Indonesia dan DPC Aslinmas Kota Bitung. Rabu (14/10/2026), tepat di depan Kantor Wali Kota Bitung, Jalan Sam Ratulangi, mereka membagikan masker gratis kepada siapa saja yang melintas. Bukan sekadar membagikan, mereka menyapa, mengingatkan, bahkan membantu memakaikan masker kepada pengendara ojek, sopir angkot, hingga ibu-ibu dan  anak sekolah. Ketua DPC ABPEDNAS Kota Bitung, Ronald Gunawan Kansil, SH, (RGK) mengatakan aksi ini lahir dari kegelisahan. “Kami melihat asap makin tebal, warga tetap harus beraktivitas. Masker jadi kebutuhan penting. Ini yang bisa kami lakukan sekarang,” ujar Ronald. Ia menyebut, kegiatan ini juga merespons arahan Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang meminta seluruh elemen masyarakat turut menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap. Sebanyak 500 dus masker disiapkan. Jumlah yang tidak sedikit, namun menurut Ronald itu belum sebanding dengan kebutuhan warga jika asap terus bertahan. Karena itu, ia mengimbau warga untuk tidak mengabaikan perlindungan diri. “Jangan anggap sepele. Saat keluar rumah, pakai masker. Terutama anak-anak dan lansia. Ini untuk mencegah ISPA dan gangguan pernapasan,” katanya. RGK  memastikan aksi sosial ini tidak berhenti hari ini saja. Selama langit Sulut belum dinyatakan bersih dan aman dari kabut asap, pembagian masker akan terus dilakukan. “Bantuan kecil ini semoga bisa menjaga warga Bitung tetap sehat,” tambah politisi muda kota Bitung ini. (lily)

Berita Terkait:  Kerukunan Umat Beragama Modal Kuat Membangun Kota Bitung

Komentar