Angka Kemiskinan di Sulut Turun Periode Maret 2026, 6,32 Persen

A–TIMES+TIMES,MANADO —BPS Sulawesi Utara  Rabu(5/8/2026) mencatat kabar baik di awal 2026. Persentase penduduk miskin di Sulut terus turun pada Maret 2026 jadi 6,32  persen  Angka ini turun 0,30 persen poin dibanding September 2025.  Penurunan terjadi di perkotaan dan perdesaan: Perkotaan. 3,85 persen turun 0,10 persen poin dari September 2025 Perdesaan 9,59 persen, turun 0,12 persen poin dari September 2025. .Selisih yang cukup jauh antara kota dan desa masih jadi catatan. Di desa, hampir 1 dari 10 orang masih berada di bawah garis kemiskinan. BPS menetapkan garis kemiskinan Sulut Maret 2026 sebesar Rp578.499 per orang per bulan Rinciannya Rp450.745 atau 77,92 persenuntuk kebutuhan makanan. Rp127.754 atau 22,08 persen untuk kebutuhan non-makanan seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Dengan rata-rata anggota rumah tangga miskin 5-6 orang, maka garis kemiskinan per rumah tangga diperkirakan sekitar Rp3.025.550 per bulan.  Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 1,005 menjadi 0,996, atau turun 0,009 poin Artinya rata-rata pengeluaran penduduk miskin sudah sedikit lebih mendekati garis kemiskinan.  Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) naik dari 0,199 menjadi 0,219 atau naik 0,020 poin  Ini menunjukkan ketimpangan di antara kelompok miskin masih ada. Sebagian rumah tangga miskin masih jauh tertinggal dari yang lain.  Turunnya angka kemiskinan menunjukkan program bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, dan lapangan kerja mulai memberi dampak.  Namun kenaikan indeks keparahan jadi pengingat bahwa penanganan ke depan perlu lebih menyasar kelompok paling rentan, terutama di perdesaan agar penurunannya bisa lebih merata.  Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diharapkan terus memperkuat program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar, mulai dari pangan, kesehatan, hingga akses ekonomi produktif. (*)

Berita Terkait:  Kendalikan inflasi dan penuhi pasokan Cabe Rawit,Prasmuko Apresiasi Koptan Tomohon

Komentar

Rekomendasi Berita