A—TIMES,TONDANO—-Kekerasan seksual yang dilakukan oknum dosen Universitas Negeri Manado(UNIMA) Elvis Mangolo terus menuai protes dari berbagai kalangan. Senin(5/1/2026) berbagai elemen aktifis perempuan dan lainnya menggelar aksi demo dikampus UNIMA sebagai bentuk solidaritas juga kutukan keras kepada pelaku kekerasan seksual yang juga adalah pendidik yang mestinya mengayomi dan melindungi perempuan.
” Kami Solidaritas Melawan Pelecehan Seksual mengecam keras segala bentuk kekerasan seksual. Kita semua tahu bahwa Universitas Negeri Manado tidak lagi menjadi institusi yang aman untuk belajar, kini menjadi sarang pelaku kekerasan seksual. Dan yang menjadi puncaknya dari kasus kekerasan seksual ialah korban melakukan bunuh diri,” tandas para aktifis tersebut saat aksi demo di Unima diantaranya Pendeta Ruth Ketsia, Vivi George dan lainnya .
Tak hanya itu mereka juga menuntut yang paling utama, kepada kementerian dan pihak kampus Unimaa ” Pecat Danny Masinambouw, Oknum Dosen selaku pelaku Kekerasan Seksual. Mendesak UNIMA untuk mengusut kembali seluruh laporan/aduan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Mendesak Polda Sulut untuk menindaklanjuti serta menyelesaikan kasus EM dengan sifat transparansi kepada publik. Pecat seluruh Tim Satgas PPKT UNIMA,Copot pejabat terkait yang terbukti lalai dan membiarkan laporan. Stop intimidasi terhadap Jurnalis. Bubarkan BEM UNIMA,dan BEM FIPP. Tungutan lainnya adalah, evakuasi sistem penilaian dosen terhadap mahasiswa, Hapus Kebiasaan Pungli dan Gratifikasi di lingkungan UNIMA. Pembatasan segala bentuk pelayanan dan Administrasi, hanya di lingkungan kampus. Transparansi anggaran kemahasiswaan.Uograde Fasilitas kampus,Peningkatan kesejahteraan pegawai kampus (Satpam dan Cleaning Service).” Kami minta semua pihak terkait proaktif mengusut tuntas kasus ini dan mereka akan mengawal hingga pelakunya dihukum sesuai perbuatannya ,” pungkas para aktifis tersebut lewat release yang dikirim ke media ini (*)
