MANADO,A-Times – Bursa calon Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) mulai menghangat. Sejumlah nama mulai diperbincangkan menjelang pemilihan pucuk pimpinan kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Abu-Abu tersebut. Salah satu nama yang mencuat adalah Dr. Lawren Julio Rumokoy, S.E., M.M., GradDip., Ph.D.
Putra sulung mantan Rektor UNSRAT Prof. Donald A. Rumokoy itu mulai digadang-gadang masuk dalam bursa suksesi rektor. Rekam jejak akademik, publikasi ilmiah, hingga pengalaman manajerial menjadi modal yang dinilai layak diperhitungkan.
Dosen low profile yang akrab disapa Julio, saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSRAT. Dia juga pernah menjadi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni pada periode 2023–2025.
“ Kami yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Dr. Lawren Julio Rumokoy, UNSRAT bisa semakin maju dan berkembang. Apalagi, dia telah menorehkan sejumlah prestasi di bidang akademik dan manajemen,” ujar Ilham, salah seorang alumni UNSRAT.
Menurutnya, pengalaman Julio di lingkungan kampus menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi tantangan perguruan tinggi ke depan. Mulai dari penguatan kualitas akademik, pengembangan riset, hingga peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak.
Tak hanya rekam jejak akademik, karakter kepemimpinan Julio juga menjadi perhatian. Dia dinilai memiliki kapasitas manajerial yang terasah melalui sejumlah jabatan strategis di lingkungan FEB UNSRAT.
Karakter kepemimpinan yang dimiliki sang ayah, mantan Rektor UNSRAT Prof. DR. Donald.A.Rumokoy, S.H,. M,H,. 2008–2014, sepertinya mengalir kental di darahnya.
Meski demikian, kiprah Julio tidak hanya mengandalkan nama besar ayahnya. Perjalanan karir yang moncer di bidang akademik dan profesionalitasnya dalam bekerja menjadi bukti bahwa dirinya memiliki kapasitas dalam memimpin UNSRAT ke depan.
Saat ini, Julio juga tercatat sebagai dosen tetap dengan jabatan fungsional Lektor Kepala di Departemen Manajemen FEB UNSRAT, dengan bidang keahlian Manajemen Keuangan dan Tata Kelola Korporasi.
Julio meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) bidang Corporate Finance dari Griffith University, Australia, pada 2021. Studi doktoralnya didukung beasiswa Griffith University melalui skema International Postgraduate Research Scholarship dan Postgraduate Research Scholarship berbasis prestasi akademik.
Sebelum menyelesaikan studi doktoral, dia menempuh Graduate Diploma Research Studies bidang Business di kampus yang sama pada 2015–2016. Pendidikan sarjana (S-1) dan magister manajemen diselesaikannya di UNSRAT.
Di bidang penelitian, Julio fokus pada kajian mencakup keuangan korporasi, tata kelola perusahaan, pasar keuangan negara berkembang, serta risiko keuangan. Untuk risetnya secara khusus menyoroti hubungan risiko geopolitik dengan investasi perusahaan, penetapan harga saham saat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), jaringan dewan perusahaan, dan tata kelola korporasi.
Deretan hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Di antaranya, Geopolitical Risk and IPO Underpricing yang terbit di Finance Research Letters pada 2025, Board Networks and Corporate Cash Holdings pada 2024, serta Geopolitical Risk and Corporate Investment di Pacific-Basin Finance Journal pada 2023.
Produktivitas akademik tersebut berjalan beriringan dengan aktivitas profesionalnya. Julio tercatat sebagai Koordinator Penelitian Forum Manajemen Indonesia wilayah Sulawesi Utara, reviewer jurnal internasional, serta presenter dan session chair dalam kegiatan Indonesian Finance Association.
Sederet penghargaan juga memperkuat rekam jejaknya. Pada 2024, dia menerima Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia. Julio juga meraih Best Paper Award dari Indonesian Finance Association pada 2024, 2023, dan 2021, serta penghargaan Dosen Berprestasi FEB UNSRAT pada 2023.
Sebelumnya, dia memperoleh Griffith University Research Scholarships pada 2017 dan Outstanding Student Award dari University of Washington pada 2013. Di bidang sertifikasi profesional, Julio mengantongi Qualified Risk Management Professional (QRMP) dari BNSP untuk periode 2023–2026.
Dengan kombinasi pengalaman akademik, jabatan manajerial, publikasi ilmiah, dan penghargaan yang dimiliki, membuat nama Lawren Julio Rumokoy masuk dalam radar dan mulai diperhitungkan dalam suksesi Rektor UNSRAT.(arz)





























Komentar