Page 2 - A-TIMES.ID - Edisi 26 November 2020
P. 2
2 BERITA
UTAMA A 10 9 11 8 7 12 6 1 2 4 5 3 TIMES
KAMIS,
26
NOVEMBER
2020
Isteri
Bos
KKP
Dilepas,
Tas
LV,
Hermes
dan
Jam
Rolex
Disita
KPK
Dua
Tersangka
Masih
Buron
A-TIMES,
JAKARTA
—
Bos
KKP
alias
Menteri
Kelautan
dan
Perikanan
EP
alias
Edhy,
resmi
ditetapkan
tersangka
dan
ditahan
Komisi
Pemberantasan
Korupsi
(KPK).Sementara
sang
isteri,Iis
Rosyati
Dewi,
dibebaskan
sesaat
setelah
KPK
melakukan
gelar
perkara
pasca
pada
Rabu
(25/11)
dini
hari.
akil
Ketua
KPK
Nawawi
Pomolango
mengata-
Wkan,
KPK
tidak
mene-
mukan
alat
bukti
yang
menunjuk-
kan
Lis
termasuk
dua
Dirjen
KKP
yang
sempat
diamankan
itu
ter-
libat
dalam
dugaan
tindak
pidana
korupsi.
"Dalam
gelar
perkara
itu
disim-
pulkan
bahwa
sejauh
ini
baru
yang
tujuh
orang
yang
kami
sebut-
kan
tadi
yang
memenuhi
pembuk-
tian.
Minimal
pembuktian
dua
alat
bukti,
sejauh
ini
baru
yang
tu-
juh
orang
itu
saja,"
kata
Nawawi.
Ketujuh
tersangka
itu
adalah
Edhy,
staf
khusus
Menteri
Kelau-
tan
dan
Perikanan
Safri
dan
A n d r e a u
P r i b a d i
M i s a t a ,
pengurus
PT
Aero
Citra
Kargo
Siswadi,
staf
istri
Menteri
Kelautan
dan
Perika-nan
Ainul
Faqih,
Direktur
PT
Dua
Putra
Menteri
Kelautan
dan
Perikanan
Edhy
Prabowo
(tengah)
usai
konferensi
Perkasa
Suharjito,
serta
seo-rang
pers
penetapan
tersangka
kasus
dugaan
korupsi
ekspor
benih
lobster
di
pihak
swasta
bernama
Ami-ril
Gedung
KPK,
Jakarta,
Kamis
(26/11)
dini
hari.
(Foto:
istimewa)
Mukminin.
Edhy
diduga
menerima
uang
Vuitton),
tas
Hermes,
baju
Old
Navy,
ratnya
itu
sebagai
sebuah
kece-
lakaan.
jam
Rolex,
jam
Jacob
n
Co,
tas
Koper
senilai
Rp
3,4
miliar
dan
100.000
dollar
AS
terkait
izin
ekspor
Tumi
dan
tas
koper
LV,"
kata
Nawawi.
"Saya
juga
mohon
maaf
kepada
seluruh
masyarakat,
seolah-olah
Dari
tujuh
orang
yang
sudah
dite-
lobster.
Uang
itu
diperoleh
Edhy
dari
pihak
PT
Aero
Citra
Kargo.
tapkan
tersangka,
baru
lima
orang
saya
pencitraan
di
depan
umum,
itu
tidak,
itu
semangat.
Ini
adalah
yang
ditahan
KPK.
Sementara
dua
Perusaha-an
itu
diduga
menerima
uang
dari
beberapa
perusahaan
lainnya
masih
buron.
Diantaranya
kecelakaan
yang
terjadi,"
kata
Edhy
di
Gedung
Merah
Putih Komisi
Pem-
salah
satu
staf
khusus Menteri
Kelau-
eksportir
benih
lobster,
karena
ekspor
hanya
dapat
dilakukan
tan
dan
Perikanan Andreau
Pribadi
berantasan
Korupsi (KPK),
Kamis
Misata
dan
seorang
pihak
swasta
(26/11).
melalui
PT
Aero
Citra
Kargo.
Uang
itu
diserahkan
kepada
bernama
Amiril
Mukminin.
Edhy
menyatakan
akan
ber-
tanggung
jawab
atas
kasus
yang
"KPK
mengimbau
kepada
dua
Edhy
melalui
staf
istri
Edhy,
Ainul
Faqih,
untuk
kemudian
dipakai
tersangka,
yaitu
APM
dan
AM
untuk
menjeratnya.
dapat
segera
menyerahkan
diri
ke
"Saya
bertanggung
jawab
ter-
belanja
di
Honolulu,
Amerika
Serikat.
Itu
dibuk-tikan
dengan
KPK,"
kata
Wakil
Ketua
KPK
Nawawi,
hadap
ini
semua,
saya
tidak
lari
dan
sebagaimana
dilansir
dari
kompas.
saya
akan
beberkan
apa
yang
saya
sejumlah
barang
bukti
yang
berhasil
diamankan
KPK
beru-pa
com. lakukan,"
ujar
Edhy.
(komp/*) Anggota
DKPP
RI,
Didik
Supriyanto
Edhy
sendiri
pasca
terjaring
KPK
kartu
ATM
BNI
milik
staf
istri
Edhy,
Ainul
Faqih,
hingga
meminta
maaf
kepada
masyarakat
karena
terjerat
kasus
dugaan
korupsi
sejumlah
barang
mewah.
"Ada
ATM
BNI
atas
nama
AF
terkait
izin ekspor
benih
lobster.
Edhy
menyebut
kasus
yang
menje-
(Ainul
Faqih),
tas
LV
(Louis

