A– TIMES,BITUNG—Ruang rapat sudah siap. Forkopimda dan pihak terkait sudah duduk. Undangan Rapat Dengar Pendapat soal pencemaran lingkungan akibat aktivitas pemotongan kapal di Kelurahan Tandurusa juga sudah disebar Kamis, (6/8/2026) pukul 10.00 WITA molor. Pasalnya sejumlah legislator Bitung belum ada diruangan. Alasannya masih menunggu anggota dan pimpinan DPRD. Sementara pengeluh utama, Nando Lengkong, dan warga lain sudah hadir lebih dulu.
Aktivis Kota Bitung Sanny Kakakuhe menyoroti langsung kejadian ini. Menurutnya jangan hanya jago terbang tetapi malas menyerap aspirasi warga .”Harusnya wakil rakyat lebih pro rakyat. Kalau agenda terbang, lengkap semua dan tidak pernah terlambat. Giliran menindaklanjuti keluhan warga, yang datang cuma beberapa orang,” katanya. Menurut Sanny, sikap ini mencerminkan jarak antara legislator dengan persoalan di lapangan. “Mestinya lebih peka. Jangan cuma jago terbang. Lebih bijaklah bertindak. Ingat, anda representatif rakyat. Dan ingat, masa jabatan di DPRD tinggal 3 tahun,” tegasnya. RDP ini digelar untuk menindaklanjuti keluhan Nando Lengkong terkait dugaan pencemaran lingkungan dari aktivitas pemotongan kapal di Tandurusa. Keterlambatan dan minimnya kehadiran anggota dewan membuat warga bertanya: seberapa besar komitmen wakil rakyat mengawal aspirasi yang menyangkut kesehatan dan lingkungan. Warga berharap, setelah kejadian ini DPRD Bitung bisa lebih konsisten. Hadir bukan karena diundang, tapi karena memang peduli. (*)
