A-Times.id,Jakarta- Rapor bisnis salah satu raksasa tambang nasional Indonesia J Resources Asia (PSAB) ditutup dengan tinta biru.
Induk perusahaan tambang emas JRBM yang mangeksploitasi tambang di Bakan Bolmong dan Bolsel meraup keuntungan signifikan.
Perusahaan yang tercatat di BEI mengukir kisah mania di edisi 2025 dengan kinerja moncer.
Sepanjang 2025 itu, PSAB mengemas laba bersih USD36,29 juta. Melangit 285 persen dari periode sama akhir 2024 senilai USD9,42 juta.
Menyusul torehan positif itu, laba per saham ikut terdongkrak menjadi USD0,0014 dari sebelumnya USD0,0004.
Penjualan tercatat USD288,75 juta, melonjak 22 persen dari episode sama tahun 2024 sebesar USD236,01 juta.
Beban pokok penjualan USD118,56 juta, menyusut dari posisi sama tahun sebelumnya USD122,23 juta. Laba kotor terkumpul USD170,18 juta, melonjak 49,57 persen dari fase sama tahun sebelumnya USD113,78 juta.
Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi USD25 ribu, naik dari USD21,38 ribu. Pendapatan bunga USD64 ribu, melesat dari USD40,84 ribu.
Kerugian penurunan nilai aset tetap USD3,75 juta, bengkak dari USD2,54 juta. Rugi penjualan dan penghapusan aset tetap USD4,23 juta, drop dari laba USD101,23 ribu.
Amortisasi USD10,27 juta, turun dari USD12,11 juta. Beban bunga dan beban keuangan lainnya USd16,59 juta, bengkak dari USD14,01 juta. Beban umum dan administrasi USD69,27 juta, bengkak dari USD52,58 juta. Laba tahun berjalan USD52,96 juta, melonjak signifikan dari USD17,67 juta.
Jumlah ekuitas terakumulasi USD454,52 juta, mengalami lompatan dari akhir tahun sebelumnya USD402,48 juta. Total liabilitas tercatat senilai USD367,04 juta, mengalami penyusutan dari akhir 2024 sebesar USD464,22 juta. Jumlah aset USD821,56 juta, terkoreksi dari akhir tahun sebelumnya USD866,71 juta.
Hanya saja kinerja positif tidak seirama dengan gerak saham perseroan. Sepanjang perdagangan kemarin, saham PSAB terpaku di level Rp510. Tidak banyak bergerak. Stagnan meski sempat menyentuh level terendah Rp492, tertinggi Rp530, dan pembukaan Rp510 per saham. (emiten/ham)
