Mengusung Konsep Desa Tangguh, Boven Resmi.Nakhoda MKW APUDSI Sulut

 

A—TIMES,JAKARTA– Pelaku usaha pedesaan telah memiliki wadah namanya Asosiasi Pengusaha Usaha Desa Seluruh Indonesia (Apudsi).

Di harlah 1 APUDSI di Jakarta, Majelis Kerja Nasional ( MKN) telah melantik para ketua

Majleis Kerja Wilayah (MKW) seluruh Provinsi di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Koordinator MKW Sulut dimandatkan kepada tokoh pemuda Sulut Muzakir ‘Polo’ Boven yang dikenal pengalaman mengelola organisasi.

Bang Polo sapaan aktivis yang menetap di Bitung dilantik sekalian menerima SK dari Ketua Umum MKN APUDSI Maulidan Isbar.

“Mandat dari MKN sudah saya terima. Tugas penting secara organisatoris adalah membentuk pengurus MKD di 11 kabupaten yang memiliki 1502 desa,”tutur Polo.

Sekum MD Kahmi Kota Bitung ini menambahkan peran APUDSI membantu para pelaku usaha desa.

Apudsi akan menjadi jembatan yang mengkoneksikan para pengusaha di desa dengan jaringan pasar di luar.

Pengusaha yang berhimpun di Apudsi akan lebih kuat posisi tawarnya. Para pelaku usaha tidak perlu khawatir komoditi yang mereka kelola tidak akan diserap pasar.

“Disini peran penting Apudsi membuka akses pasar luar yang semuanya terkoneksi ke seluruh kota dan kabupaten di Indonesia dan pasar luar negeri,”tandasnya.

Dalam sambutannya, Maulidan Isbar menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan langkah strategis untuk memastikan program organisasi berjalan efektif dan terintegrasi di seluruh Indonesia. “Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni administratif. Ini adalah komitmen moral dan tanggung jawab kolektif untuk membangun desa yang tangguh, produktif, dan berdaya saing global,” tegasnya.

Menurutnya, APUDSI hadir untuk memperkuat basis ekonomi desa melalui pengembangan komoditas unggulan, penguatan UMKM, serta penciptaan sistem distribusi dan pembiayaan yang berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa desa tidak boleh lagi menjadi pelengkap dalam arus ekonomi nasional. “Desa harus naik kelas—mampu memproduksi, mengolah, hingga mengekspor produknya sendiri. APUDSI akan menjadi jembatan antara potensi desa dan pasar dunia,” ujarnya.

Konsep Desa Tangguh (Resilient Village) menjadi arah perjuangan organisasi. Fokus utama mencakup penguatan produksi pangan seperti padi dan jagung, pengembangan komoditas primer, serta implementasi sistem resi gudang guna menjaga stabilitas harga dan memperluas akses pembiayaan. (*)