Kota Malang Berguru di Manado  terkait Pariwisata,Inovasi dan lainnya

A–TIMES,MANADO–Wali Kota Manado Andrei Angouw  Selasa(18/8/2026) menerima kunjungan Bupati Malang Sanusi bersama rombongan. Kunjungan Kabupaten Malang ke Manado terkait Pengembangan Bahari, Pariwisata, Investasi dan Inovasi Pembangunan Daerah. Kegiatan pertemuan dilaksanakan di ruang serbaguna dan Wali Kota didampingi Asisten III Donal Supit S.H.,M.H, dan para pejabat Pemkot Manado. Dari rombongan, selain Bupati hadir Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sekda, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita serta beberapa Kepala Dinas, Badan dan Direktur BUMD Kabupaten Malang.  Kunjungan kerja Pemkab Malang ini dalam rangka mendukung Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Malang nomor 5 tahun 2025 tentang Rencana Pembangungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang tahun 2025-2029 khususnya Percepatan Pengembangan Wilayah Malang Selatan melalui Penguatan Konektifitas Wilayah, Pengembangan Ekonomi Kelautan, Pariwisata, Investasi serta Inovasi Pembangunan Daerah, Pemerintah Kabupaten Malang bermaksud melakukan Koordinasi dan Studi Pembelajaran kepada Pemerintah Kota Manado. Intinya meningkatkan PAD, ekonomi dan program mengurangi kemiskinan. Ikut disampaikan gambaran umum Kabupaten Malang baik penduduk, wilayah, kondisi sosial masyarakat serta bidang ekonomi, PAD industri dll. Kabupaten Malang merupakan daerah pecahan dari Kota Malang. Wali Kota Manado menyampaikan pemaparan singkat soal kota Manado termasuk kondisi ekonomi Kota Manado termasuk didalamnya PDRB. Wali Kota menjelaskan Kota Manado sebagai Kota Jasa dan perdagangan. Demikian juga soal pariwisata yang ikut berkembang tetapi soal kontribusi terhadap ekonomi daerah belum sebesar sektor perdagangan dan jasa. Pertumbuhan penduduk ikut dikemukakan Wali Kota berdasarkan data BPS sebesar 450 ribuan penduduk. Wali Kota selanjutnya menjawab beberapa pertanyaan yang dikemukakan beberapa pejabat dari pemkab Malang.  Merekela juga tertarik soal  soal PJU di Kota Manado yang bagi Kabupaten Malang sangat baik mekanisme penerimaan retribusinya setelah bekerjasama dengan pihak PLN. Pertanyaan berikut adalah kondisi Kota Manado sebagai wilayah transit bagi daerah lainnya, bahkan termasuk dari negara tetangga. Juga ditanyakan soal fungsi komen center dalam memantau keadaan masyarakat. Angouw menjelaskan soal kerjasama dengan PLN tentang PJU bisa dikoordinasikan dengan Perkim dan Baperida sekaligus menyampaikan secara teknis penetuan harganya yang sudah diatur secara nasional. Kondisi tentang Manado menjadi center daerah sekitar sebab secara historis menang sudah demikian dari dulu. Soal komen center ada layanan 112 untuk dimanfaatkan memantau berbagai kondisi sosial, kamtibmas dll dan layanan ini sudah berkerjasama dengan Polres dan juga bekerjasama dengan PLN soal lampu dirumah dan pemukiman.   Semua masyarakat Kota Manado ada datanya termasuk kerja-kerja kepala lingkungan dalam melaksanakan pekerjaannya. Wali Kota menjelaskan tentang program digitalisasi dengan membuat sistem sendiri untuk memantau setiap program dan kegiatan pemerintah kota termasuk profil masyarakat di Kota Manado.

Wali Kota selanjutnya balik bertanya kepada Dirut PDAM tentang layanan, provit yang didapat dari layanan tersebut. Omset/pendapatan se tahun ikut ditanyakan yakni sekitar 50 miliar untuk Kabupaten Malang .Ikut ditanyakan juga soal hilirisasi Ikan Cakalang di Kota Manado. Bagi Wali Kota soal pengalengan adanya di Bitung dan Manado soal UMKMnya tentang Ikan Cakalang asap atau Cakalang fufu kalau di Manado.  Pemkab Malang lewat Kepala Bapedanya ikut menanyakan kerja-kerja Kepala lingkungan yang begitu kompleks sehingga dikasih saleri berapa pe Bulan Rombangan dan para kepala dinas terkesimah ketika mendengar insentif Kepala Lingkungan di Kota Manado sebesar 5 juta per bulan, sementara di Malang 3 Jutaan per tahun. Demikian juga insentif ke tokoh Agama di Kota Manado sebesar 750 sampai 1,5 juta per bulan. Acara diakhiri dengan pertukaran cendera mata antara Kabupaten Malang dengan Kota Manado.(*)