KKT Unsrat Pamit Dari Bitung : Dari Teori di Kelas ke Praktik di Masyarakat 

A– TIMES,BITUNG–Ruang SH Sarundajang, Rabu siang. Ratusan mahasiswa Uiversitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado berbaris terakhir kali dengan almamater biru. Universitas Sam Ratulangi secara resmi menarik peserta Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Angkatan 148 Rabu(5/8/2026).

Program pengabdian ini berjalan , sejak 14 Juli hingga 5 Agustus 2026. Penarikan dipimpin langsung Kepala Pusat  Pengelolaan dan Pengembangan  KKT LPPM Unsrat  Prof. Ir. Rignolda Djamaluddin, M.Si. Ia membuka sambutan dengan suasana cair.  “Awal datang ke Bitung, wajah kalian murung semua. Sekarang mau ditarik, kok malah sedih. Berarti Bitung the Best ucap Prof. Rignolda disambut tawa ratusan Mahasiswa. Secara akademik, ia menekankan fungsi KKT sebagai laboratorium sosial.  “Kalian tidak akan jadi sarjana yang lengkap kalau hanya belajar di kelas. Harus turun, berbaur, dan merasakan langsung denyut masyarakat. Proses belajar di lapangan ini sudah berjalan baik. Atas nama Unsrat, terima kasih Pemkot Bitung. Kami tidak salah pilih tempat,” ujarnya. Ia berharap seluruh peserta lulus dengan baik dan membawa pengalaman ini sebagai bekal. Mewakili Wali Kota Hengky Honandar, Wakil Wali Kota Randito Maringka didampingi Asisten I Forsman Dandel dan Asisten II Maikel Sondak menyampaikan pesan penutup. Ia mengungkapkan , KKT adalah proses transformasi pengetahuan.  “Kemarin kalian datang membawa teori dan idealisme dari kampus. Hari ini kalian pulang membawa pemahaman baru tentang realitas masyarakat. Secara sosiologis, kalian sudah menjadi bagian dari warga Kota Bitung,” katanya. Ia menegaskan pengabdian tidak berhenti di sini. “KKT ini bukan akhir. Ini justru awal. Ilmu yang kalian dapat harus diimplementasikan. Kalian adalah generasi yang akan dibutuhkan semua daerah. Jangan sia-siakan kesempatan menjadi sarjana,” pesan Randito. Wawali juga mengapresiasi Unsrat Manado dan seluruh mahasiswa. “Terus semangat. Kejar masa depan. Kenangan indah di Bitung jangan dilupakan.” Selama di Bitung, mahasiswa KKT 148 diterjunkan di berbagai kelurahan. Fokus kegiatannya berbasis riset terapan dan pengabdian: pendampingan UMKM, edukasi kesehatan masyarakat, literasi digital, dan pemberdayaan lingkungan. Pendekatan ini dirancang untuk menguji teori di kampus dengan kondisi lapangan, melatih mahasiswa berpikir kritis, adaptif, dan solutif terhadap persoalan nyata di masyarakat. Dengan penarikan ini, ratusan mahasiswa Unsrat resmi menutup masa KKT dan kembali ke kampus untuk menyelesaikan studi. (*)