Green Building Jadi  Tranding Topik pada Worshop yang digelar SIEJ 

 

A—TIMES,MANADO– Isue  pemanasan global, banyaknya gas emisi dan  minimnya ruang hijau yang dipicu banyaknya pembangunan yang tak ramah lingkungan  harus menjadi perhatian semua pihak. Iklim yang tak sehat  ini juga  menjadi fokus Jurnalis  lingkungan . Ini berdampak bagi lingkungan dan kesehatan dan keselamatan manusia.Terkait issue lingkungan menuju bangunan sehat dan rendah karbon Southeast Asia Investigative Journalism Network (SIEJ) Sabtu(7/2/2026) menggelar Workshop di hotel Sutan Raja Minahasa Utara. SIEJ ini adalah jaringan jurnalis investigatif di Asia Tenggara. Mereka fokus pada liputan investigatif tentang isu-isu lingkungan, sosial, dan ekonomi di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Workshop tersebut terkait  isue  Green Building kebijakan bangunan berkelanjutan serta strategi menerjemahkan isi tekhnis pembangunan hijau menjadi narasi jurnalistik yang relevan, kontekstual dan relevan dan berdampak bagi publik.

Ketua Umum The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), Joni Aswira Putra, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi krisis iklim yang semakin nyata. Menurutnya, jurnalis tidak bisa bekerja sendiri, begitu pula pemerintah daerah.

“Green Press Community adalah ruang bagi semua pihak untuk berkumpul dan membicarakan kelangsungan bumi kita. Kita melihat bencana ekologis semakin sering terjadi, krisis pangan meningkat, abrasi dan kenaikan muka air laut juga semakin nyata. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan GPC digelar secara rutin setiap tahun untuk memperkuat kerja sama antara jurnalis, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil. Tahun ini, jurnalis dari 26 provinsi hadir dalam kegiatan tersebut.Joni juga menyinggung tantangan dunia pers di era disrupsi digital yang dipenuhi hoaks dan misinformasi.

Worshop tersebut menghadirkan para pembicara diantaranya Dr Jatmika Adi Suryabrata Senior Advisor Global Building Performance Network (GBPN) dan Direktur Global Building Performance Network (GBPN) Farida Lasida Adji yang membahas soal Saatnya memperkuat Narasi Green Building. ” Green Building  kebijakan bangunan berkelanjutan serta strategi menerjemahkan isi tekhnis pembangunan hijau menjadi narasi jurnalistik yang relevan, kontekstual dan relevan dan berdampak bagi publik.

Bangunan harus ramah lingkungan,dirancang dan dibangun untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan harus meningkatkan kualitas hidup penghuninya,” papar Jatmiko. Ia juga menambahkan pentingnya kolaborasi semua pihak termasuk pemerintah, elemen masyarakat dan media dalam rangka memberikan edukasi pentingnya memperkuat narasi Building.

Untuk merealisasikan lingkungan hijau butuh peran semua pihak termasuk Pemerintah melalui beberapa kementrian dan elemen terkait lainnya. ” Kita kolaborasi dengan beberapa kementrian juga jurnalis lingkungan untuk membantu memberi pemahaman pentingnya lingkungan hijau dan  kolaborasi dengan pihak Real Estate Indonesia (REI) ” beber Farida.(*)