Dr Taufik Pasiak: Dari Laboratorium Otak Menuju Panggung Kepemimpinan Unsrat

A–TIMES,MANADO — Di tengah menghangatnya bursa pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi periode 2026-2031, satu nama mencuat dengan narasi yang berbeda: Dr. dr. Taufik Fredrik Pasiak.  Ia bukan sekadar calon. Ia adalah seorang ilmuwan otak yang pulang dengan gagasan. Saat ini Taufik mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta dengan jabatan fungsional Lektor Kepala. Namanya baru saja mendapat pengakuan internasional sebagai Adjunct Professor in Neuroscience di Universiti Geomatika Malaysia. Namun jauh sebelum itu, akar akademiknya tertanam kuat di Unsrat. Ia pernah memimpin Pusat Studi Otak dan Perilaku Sosial Unsrat, laboratorium tempat ia merajut pertemuan antara sains kedokteran, neurosains, dan dimensi spiritual. Latar keilmuannya yang multidisiplin M.Kes., /M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA., CIoB., PAK (K)  menjadikannya sosok akademisi yang langka. Ia adalah dokter, ahli otak, sekaligus sarjana hukum dan pendidik. “Saya siap maju. Meski kini menjabat Dekan FK UPN Veteran Jakarta, status saya masih dosen Unsrat,” ujarnya tegas. Sebuah pernyataan yang lahir dari mantan aktivis mahasiswa yang dikenal bermental petarung. Kembalinya  Taufik yang juga aktifis HMI ini tentu membuat kontestasi di Bukit Kleak makin dinamis. Ia akan bersaing dengan nama-nama kuat seperti Prof. Royke Montolalu, Dr. Flora Kalalo, Prof. Grace Kandou, Dr. Rocky Wilar, dan Dr. Ferry Liando. Jika Unsrat membutuhkan kepemimpinan yang memadukan ketajaman saintifik, kedalaman spiritual, dan keberanian manajerial, maka Taufik Pasiak menawarkan sebuah oase akademik yang menarik untuk ditunggu.(Lily)