Dies Natalis ke-63, Fakultas Peternakan Unsrat Dorong Peternakan Maju

ATimes,MANADO — Civitas akademika Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar syukuran.

Salah satu fakultas tertua itu bersukacita telah karena berusia ke-63.

Momentum dies natalis  itu diperingati dengan sederhana pada Rabu (12/8).

Mengusung tema “Peternakan Maju, Rakyat Sejahtera”, peringatan Dies Natalis tahun ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan Fakultas Peternakan Unsrat sekaligus memperkuat kontribusi bagi pembangunan sektor peternakan.

Plt. Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc yang diwakili Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr. Roike Montolalu, S.Pi., M.Sc., mengatakan, Dies Natalis ke-63 bukan sekadar perayaan bertambahnya usia institusi.

“Dies Natalis ke-63 bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan institusi yang dibangun melalui kerja keras, pengabdian, kebersamaan serta kontribusi para pendahulu,” ujarnya.

Menurut dia, kemajuan sektor peternakan tidak cukup hanya dilihat dari peningkatan produksi maupun populasi ternak. Indikator penting lainnya adalah sejauh mana sektor tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para peternak.

Karena itu, Fakultas Peternakan Unsrat dituntut terus melahirkan lulusan berkualitas. Lulusan tidak hanya harus memiliki kompetensi, tetapi juga integritas, kemampuan beradaptasi serta kesiapan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Unsrat Dr. Stanly Lombogia, S.Pi., M.Si., IPM., menegaskan pentingnya keterhubungan antara perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan peternak di lapangan.

“ Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan harus terintegrasi langsung dengan kebutuhan peternak di lapangan. Dengan begitu, dapat mendongkrak produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Dia menambahkan, Fakultas Peternakan Unsrat akan terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif. Tujuannya agar inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia peternakan.(**/arz)