A–TIMES,MANADO—Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara Joko Supratikto menegaskan, pengendalian inflasi pangan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan di atas kertas.”Kami meyakini pengendalian inflasi harus dimulai dari perubahan pola konsumsi sejak level rumah tangga, sehingga ibu-ibu TP-PKK memiliki peran yang sangat strategis,” kata Joko. Menurut Joko, TP-PKK adalah ujung tombak stabilitas harga. Keputusan belanja dan konsumsi harian ada di tangan ibu-ibu. Karena itu edukasi pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) serta pemanfaatan pangan lokal menjadi kunci menekan tekanan harga komoditas pangan bergejolak seperti rica, bawang dan tomat. Ia pun mengajak agar resep hilirisasi pangan yang ditampilkan dalam berbagai lomba tidak berhenti di atas panggung. “Yang dilombakan hari ini harus menjadi kebiasaan di dapur-dapur kita di 15 kabupaten/kota se-Sulut. Kalau konsumsi rumah tangga bergeser ke pangan lokal olahan, kita jaga inflasi sekaligus perkuat ketahanan pangan strategis,” ujarnya. BI bersama TPID dan TP-PKK terus mendorong gerakan diversifikasi pangan, optimalisasi pekarangan lewat urban farming, serta pengolahan hasil panen agar nilai tambah tinggal di daerah.)*)
