11 Suara Jadi Amanah, Iskandar Kamaru Tekankan Kekompakan  Pasca-Muswil KAHMI Sulut

A–TIMES,MANADO–  Tujuh anggota Presidium Korps Alumni HM (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut) telah terpilih sangat demokratis.

Mereka meraih suara terbanyak dari 15 calon anggota presidium di  Musyawarah Wilayah ke 10 Kahmi Sulut pada Sabtu(  (31/10/2026) pukul 03.00 Wita di Swiss Bell Hotel Manado.

Hasil perhitungan suara dari utusan 12 majelis daerah (MD) Iskandar Kamaru bersama Mursyidin Mokobombang, Jifly Adam dan Hairil Paaputungan meraih 11 suara. Disusul Mazhabullah Ali dan Fikry Darise  merebut 8 suara dan terakhir  Ai Firman Mustika yang meraih dukungan 8 suara.

“Alhamdulillah semua proses telah berakhir dengan demokratis. Dari total 84 suara dari 12 MD, tujuh nama ditetapkan sebagai anggota presidium Kahmi Sulut periode 2026-2031,”ucap presidium sidang Sarwono Nou.

Usai pengukuhan, lima presidium sidang yang diketuai Bakharudin anggota Dr Asripan Nani, Dr Kalo Tahirun menyilahkan Iskandar Kamaru memberi sambutan sekaligus menutup acara.

Kata  bupati Bolsel dua periode, angka 11 bukan sekadar capaian elektoral.

Itu adalah representasi kepercayaan kolektif yang harus diterjemahkan menjadi kerja organisatoris. Ia menegaskan bahwa presisi demokrasi internal KAHMI tidak boleh berhenti pada seremoni kemenangan.

“Ini bukan tentang kemenangan, melainkan bagaimana kemenangan itu mampu membawa KAHMI Sulut ke depan, untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” ujar Iskandar.

Menurutnya, Muswil Kahmi harus dibaca sebagai fase konsolidasi, bukan fragmentasi. Kompetisi adalah instrumen demokrasi, sementara persaudaraan adalah fondasi keberlanjutan organisasi.

Karena itu ia menekankan pentingnya merawat kekompakan,Persatuan dan keutuhan  keluarga besar KAHMI pasca-pemilihan.

Perbedaan preferensi politik internal, kata dia, tidak boleh terkonversi menjadi polarisasi yang menggerus modal sosial hijau hitam yang telah dibangun lama.

“KAHMI tidak hanya membutuhkan presidium yang terpilih secara prosedural, tetapi kepemimpinan yang mampu merangkul, menyintesis gagasan, dan menghadirkan kohesivitas,” tuturnya.

Tujuh presidium terpilih kini dihadapkan pada tantangan yang lebih substantif: mentransformasikan legitimasi suara menjadi agenda pengabdian yang terukur. Publik tidak menunggu siapa yang menang, melainkan sejauh mana KAHMI mampu memberi kontribusi nyata bagi tata kelola daerah dan pemberdayaan umat.”Berbeda dalam pilihan, bersatu dalam pengabdian. Itu esensi KAHMI,” pungkas Iskandar diamini Jifly Z.Adam dan Presidium lainya seraya kompak menjalankan amanah yang sudah dipercayakan.

8 calon lainnya Kalo Tahirun meriah 5 suara, Dr Feiby Ismail 3 suara, Kasim Mololonto 2 suara, Nur Fitry Latif dan Rahmat Adam 1 suara, Dr Supriatin Syarib dan Syarif Darea nol suata. Satu calon Haryanto menyatakan undur diri.

Usai muswil ke 10, tim Sterring  Committe Iskandar Kamaru dan Sekretaris Idham Malewa  sebagai penanggung jawab Muswil X akan merampungkan  hasil Muswil.(Lily)